Soal Pembebasan Lahan Bendungan Jragung, Ini Kata Ganjar

Proses pengadaan lahan untuk pembangunan Bendungan Jragung akan disesuaikan dengan standar harga yang ada di dua desa terdampak.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  15:37 WIB
Soal Pembebasan Lahan Bendungan Jragung, Ini Kata Ganjar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG - Proses pengadaan lahan untuk pembangunan Bendungan Jragung akan disesuaikan dengan standar harga yang ada di dua desa terdampak.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku telah menerjunkan tim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk berkomunikasi dengan warga terkait pengadaan lahan tersebut. Pihaknya ingin memastikan dalam proses pembebasan lahan tidak ada pihak yang dirugikan.

"Saya telah meminta tim dari Pemprov Jateng, pemerintah kabupaten, dan pihak terkait untuk duduk bareng supaya masyarakat mendapatkan informasi yang baik," kata Ganjar kepada Bisnis, Senin (17/2/2020).

Ganjar tak memungkiri, Jawa Tengah memiliki catatan khusus dalam proses pembebasan lahan. Namun, tak sedikit pula proyek-proyek atau pembebasan lahan berhasil diselesaikan tanpa harus ada sengketa yang berkepanjangan.

Menurut Ganjar, rata-rata ketidaksepakatan antara pemerintah dengan warga adalah masalah harga lahan yang akan dibebaskan. Tetapi jika sejak awal ada komunikasi yang cukup baik, proses pembebasan lahan bisa berjalan tanpa hambatan.

"Ini kan terjadi di beberapa tempat, sejak dari dulu," tukasnya.

Sebelumnya Dua desa di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang bakal terdampak pembangunan Bendungan Jragung yang saat ini masuk dalam tahap pengadaan lahan.

Dalam pengumuman No.590/0003142 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Bendungan Jragung Kabupaten Semarang, pemerintah membutuhkan lahan seluas 624,1 hektare di dua desa tersebut.

"Luas tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan Bendungan Jragung seluas 625,1 hektare," tulis Tim Persiapan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum di Jawa Tengah yang dikutip Bisnis, Senin (17/2/2020).

Adapun pemerintah melalui pengumuman tersebut mengungkapkan tiga tujuan pembangunan bendungan tersebut. Pertama, untuk menyediakan tampungan air guna melayani kebutuhan ketersediaan sumber air di wilayah Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang.

Kedua, untuk memenuhi kebutuhan irigasi di Daerah Irigasi Jragung Kabupaten Semarang dan tambahan pasokan air baku untuk Kabupaten Demak dan Kabupaten Demak. Ketiga, pembangunan bendungan Jragung dapat dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata di Kabupaten Semarang.

Berdasarkan data Pusat Bendungan Kementerian PUPR, Bendungan Jragung dirancang dengan kapasitas tampung sebanyak 103 juta meter kubik pada saat normal dan 135,43 juta meter kubik saat kondisi banjir. Bendungan ini akan menjadi sumber irigasi bagi 6.435 hektare lahan pertanian di Demak dan sekitarnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, Bendungan Jragung merupakan salah satu bendungan dalam proyek pembangunan 65 bendugan yang dicanangkan pada 2015. Hingga 2018, sebanyak 56 bendungan sudah masuk tahap konstruksi yang mana 15 bendungan sudah rampung

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jateng

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top