Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov Jateng: Kawasan Pangan Ditetapkan 1,02 juta Hektare

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memastikan bahwa review peraturan daerah (perda) terkait rencana tata ruang wilayah (RTRW) di sejumlah kabupaten tetap memperhatikan kelangsungan pertanian.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 03 Maret 2020  |  20:34 WIB
Foto aerial lahan persawahan di Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (23/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Foto aerial lahan persawahan di Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (23/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memastikan bahwa review peraturan daerah (perda) terkait rencana tata ruang wilayah (RTRW) di sejumlah kabupaten tetap memperhatikan kelangsungan pertanian.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Jawa Jateng Eko Yunianto mengungkapkan bahwa dalam RTRW Provinsi Jateng, pemerintah telah menyepakati luasan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

"RTRW provinsi sudah ditetapkan KP2B-nya seluas 1,02 juta hektare. Itu sudah hasil persub ATR/BPN," ungkap Eko kepada Bisnis, Selasa (3/3/2020).

Eko menambahkan, proses pembahasan RTRW di beberapa kabupaten masih terus berlangsung. Sejauh ini, data Dinas Pusdataru menunjukkan dari 35 kabupaten atau kota di Jateng, daerah yang telah menyelesaikan RTRW-nya baru 6.

Sedangkan 29 kabupaten atau kota lainnya masih dalam proses pembahasan. Proses pembahasannya mulai dari tingkat rekomendasi gubernur hingga evaluasi gubernur.

"Perda masih belum ada yang bertambah, dalam waktu dekat kita berharap Kendal & Demak," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rtrw ekonomi jateng
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top