Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wonogiri Tambah Alokasi Penanganan Corona Jadi Rp110 Miliar

Sebagai daerah dengan tingkat pemudik paling banyak selama masa darurat penyebaran virus corona atau COVID-19, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menambah alokasi dana penanganan virus tersebut menjadi Rp110 miliar.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 02 April 2020  |  19:56 WIB
Ilustrasi Virus Corona (Covid/19)
Ilustrasi Virus Corona (Covid/19)

Bisnis.com, SEMARANG - Sebagai daerah dengan tingkat pemudik paling banyak selama masa darurat penyebaran virus corona atau COVID-19, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menambah alokasi dana penanganan virus tersebut menjadi Rp110 miliar.

Sebelumnya, dana yang dialokasikan hanya sebesar Rp52 miliar. “Dana tersebut rencananya sudah terdistribusi pada bulan ramadan. Sedangkan saat ini kita masih menggunakan anggaran yang Rp6 miliar atau dana penanganan COVID-19,” kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Kamis (2/4/2020).

Joko Sutopo, yang akrab disapa Jekek ini mengungkapkan bahwa anggaran Rp110 miliar itu di luar pos penanganan COVID-19 senilai Rp6 miliar. Tambahan alokasi dana ini berasal dari realokasi dana alokasi khusus (DAK) dan dana insentif daerah (DID).

Adapun anggaran itu akan dialokasikan untuk tiga skala prioritas yakni untuk penanganan kemiskinan, warga yang berpotensi miskin atau yang kehilangan pekerjaan karena dampak pandemi COVID-19, serta warga yang bekerja di sektor informal yang kehilangan pekerjaan karena pemerintah menghentikan pembangunan infrastruktur untuk sementara waktu.

‘’Karena pemerintah menghentikan proyek infrastruktur, banyak tenaga informal yang kehilangan pekerjaan,” jelasnya.

Jekek menyampaikan, salah satu realisasi penggunaan dana itu nantinya adalah jaring pengaman sosial, melalui penyediaan bantuan pangan bagi warga miskin yang belum terjamin oleh program lainnya. Saat ini ini jumlah warga miskin di Wonogiri mencapai 333.332 orang atau 116.000 kepala keluarga (KK).

“Dari jumlah itu, 35 ribu KK terdaftar Program Keluarga Harapan (PKH), sedangkan 69 ribu KK menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sisanya sebanyak 47 ribu KK yang diproyeksi menerima bantuan program jaring pengaman sosial itu,” ujarnya.

Sementara itu, bagi pekerja sektor informal, pihaknya akan kembali melakukan pendataan terhadap warga yang berpotensi miskin beserta skema pemberian bantuan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top