Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usaha Mulai Kepepet, Ini Kata Kadin Jateng

Adapun dengan memiliki Kartu Prakerja lanjut dia, para karyawan yang di PHK akan mendapat sejumlah fasilitas pelatihan selama empat bulan. Selama itu, pemegang kartu akan mendapat fasilitas senilai Rp3.550.000.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 13 April 2020  |  09:04 WIB
Usaha Mulai Kepepet, Ini Kata Kadin Jateng
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melepas truk pengangkut untuk Pengiriman 41.250 masker ke Hongkong Taiwan dan Singapura, pada Senin (17/2/2020). - Bisnis/Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, SEMARANG - Pengusaha di Jawa Tengah meminta ketegasan dari pemerintah terkait formulasi pemberian Kartu Prakerja.

Selain mendorong pemberian bantuan langsung, pemberian kartu pra kerja diharapkan menjadi pengurang beban bagi pengusaha.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng Bernardus Arwin mengatakan pengusaha membutuhkan langkah konkret dari pemerintah. Beban pengusaha makin berat. Apalagi, saat ini produksi terus anjlok karena permintaan tertunda atau dibatalkan.

"Ini kondisinya berat jadi semuanya harus meringankan. Kalau kita bicara PHK, ini terjadi karena banyak perusahaan yang tidak aktif. Terutama travel, kemudian hotel, terus ke sektor manufaktur seperti tekstil dan  furnitur," kata Arwin kepada Bisnis, yang dikutip Senin (13/4/2020).

Kartu Prakerja, menurutnya, bisa jadi solusi bagi para pekerja yang terkena PHK, namun bagi pengusaha, pemberian kartu prakerja juga perlu kejelasan. Apakah kalau diberikan kartu prakerja, itu bisa membebaskan kewajiban perusahaan atau mengurangi misalnya gaji.

Apalagi dalam waktu dekat ada momen Hari Raya dan itu artinya pengusaha harus mengeluarkan dana lagi untuk memberikan tunjangan hari raya atau THR bagi pekerjanya.

"Itu tolong dipikirkan. Cashflow kita udah mepet, kalau enggak ada keringanan yo ambegane mandek (nafasnya berhenti)," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah meminta pekerja yang terkena PHK untuk mendaftar ke kartu prakerja. Data Senin pekan lalu, jumlah pekerja yang terdampak covid - 19 dan di PHK sebanyak 24.240.

"Untuk Jateng cukup tinggi 400.000 an. Tapi sekarang masih kecil sekali masih ribuan yang mendaftar," kata Ganjar pekan lalu.

Ganjar menambahkan bahwa semua karyawan atau masyarakat yang belum bekerja lanjut Ganjar bisa memanfaatkan program ini. Adapun syaratnya adalah Warga Negara Indonesia, berusia minimal 18 tahun, dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

"Saya minta teman-teman segera mendaftar. Dari kuota Kartu Prakerja Jateng sejumlah 421.705 orang, hingga saat ini baru ada 19.000 orang yang mendaftar atau belum ada 5 persennya. Jadi peluang masih terbuka lebar," ulas Gubernur Jawa.

Adapun dengan memiliki Kartu Prakerja lanjut dia, para karyawan yang di PHK akan mendapat sejumlah fasilitas pelatihan selama empat bulan. Selama itu, pemegang kartu akan mendapat fasilitas senilai Rp3.550.000.

"Rinciannya, Rp1 juta untuk anggaran pelatihan, Rp2,4 juta untuk uang saku dan Rp150 ribu untuk uang survei. Jadi jangan berkecil hati, silahkan segera mendaftar. Tetap jaga kesehatan dan jangan lupa pakai masker," katanya.

Saat ini di Jawa Tengah terdapat 23.994 perusahaan dengan jumlah pekerja 1,68 juta orang. Rinciannya pekerja laki-laki 910.577 orang dan perempuan 769.231 orang. Untuk Kartu Pra Kerja, Jawa Tengah mendapat kuota 421.705 dengan total anggaran Rp1,49 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah kartu prakerja
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top