Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Santri dari Bali Ditolak Mudik di Bantul Gara-Gara Khawatir Corona

Warga Dusun Samen, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, kembali menolak warga yang baru mudik dari luar daerah. Kali ini yang ditolak adalah dua orang santri dari salah satu pesantren di Bali. Sebelumnya warga dusun setempat juga menolak dua warganya yang baru pulang dari Jakarta.
Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin - Bisnis.com 16 April 2020  |  21:20 WIB
Ilustrasi: Lokasi shelter khusus ODP/PDP sembuh yang ditolak kembali ke rumah disiapkan oleh Pemkab Sleman di Asrama Haji Jogja. - Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
Ilustrasi: Lokasi shelter khusus ODP/PDP sembuh yang ditolak kembali ke rumah disiapkan oleh Pemkab Sleman di Asrama Haji Jogja. - Harian Jogja - Abdul Hamid Razak

Bisnis.com, BANTUL - Warga Dusun Samen, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, kembali menolak warga yang baru mudik dari luar daerah. Kali ini yang ditolak adalah dua orang santri dari salah satu pesantren di Bali. Sebelumnya warga dusun setempat juga menolak dua warganya yang baru pulang dari Jakarta.

Kedua santri bernama Dimas dan Andriyas itu akhirnya ditampung di rumah karantina di gedung Saemaul yang sudah disediakan oleh Pemerintah Desa Sumbermulyo. Sampai saat ini penghuni rumah karantina sementara tersebut menjadi empat orang.

Salah seorang warga Samen, Rino Caroko membenarkan adanya penolakan kepulangan dua orang santri asal Bali tersebut. Menurut dia santri tersebut menuntut ilmu agama di salah satu pesantren di Bali, namun karena tidak ada kegiatan selama masa pandemi Corona, keduanya memilih pulang.

Namun sebelum sampai rumah, dua santri itu mendapat penolakan. Rino memastikan kedua santri itu merupakan warga Samen dan tinggal bersama seorang ibu. Keluarga tersebut juga terbilang kurang mampu. “Sebenarnya tidak semua menolak, ada juga yang menerima. Nah yang menolak ini khawatir ada penularan Covid,” kata Rino, saat dihubungi Harianjogja.com, Kamis (16/4/2020).

Rino berujar penolakan warga juga cukup beralasan karena kekhawatiran adanya penularan virus Corona, terlebih Bali merupakan salah satu daerah yang terpapar Coronavirus Disease atau Covid-19. Rino pribadi tidak menolaknya, ia berpedoman pada aturan pemerintah bahwa semua pendatang atau pemudik harus karantina, baik karantina mandiri atau di rumah karantina yang disediakan warga atau pemerintah.

Ia mendorong pemerintah untuk dan Gugus Tugas Penanganan Infeksi Covid untuk memberikan pemahaman kepada warga terkait soal isolasi bagi pendatang atau perantau. “Konsekuensinya isolasi mandiri warga tidak mendekat dan kebutuhan sehari-harinya ditanggung oleh warga atau pemerintah desa,” kata dia.

Selain itu, “Desa harus mendukung dan menguatkan warga agar jangan sampai keluarga yang diisolasi dipersekusi,” imbuh Rino.

Kepala Desa Sumbermulyo, Ani Widayani membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan saat ini kedua santri tersebut sudah ditampung di rumah karantina sementara di gedung Saemaul, Kaligondang, desa setempat, tepatnya di samping Puskesmas bambanglipuro.

“Warga Samen tidak ingin ada kata-kata penolakan. Walaupun mereka [dua santri] memang sementara tidak diperbolehkan tinggal di rumah untuk sementara, diisolasi,” kata Ani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bantul Virus Corona santri covid-19

Sumber : Harianjogja.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top