Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

60 Orang Terjaring Tracing di Gunungkidul, Rapid Testnya Positif 15 Orang

Sejumlah warga Gunungkidul menunjukkan hasil reaktif atau positif saat menjalani rapid test untuk screening indikasi awal Covid-19.
David Kurniawan
David Kurniawan - Bisnis.com 27 April 2020  |  16:32 WIB
Petugas laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta tengah membongkar, memeriksa dan mendata sampel swab Covid-19 yang dikirim oleh berbagai rumah sakit di DIY-Jateng, Senin (13/4/2020), di laboratorium BBTKLPP di Jalan Imogiri Timur, Banguntapan, Bantul. - JIBI/Bhekti Suryani.
Petugas laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta tengah membongkar, memeriksa dan mendata sampel swab Covid-19 yang dikirim oleh berbagai rumah sakit di DIY-Jateng, Senin (13/4/2020), di laboratorium BBTKLPP di Jalan Imogiri Timur, Banguntapan, Bantul. - JIBI/Bhekti Suryani.

Bisnis.com, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan Gunungkidul terus melakukan tracing terhadap tiga pasien positif corona di Desa Wonosari. Total sudah lebih dari 60 warga yang dilakukan rappid test. Adapun hasilnya 15 orang yang menunjukan reaksi positif.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, upaya tracing dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. Menurut dia, hasil tes cepat tidak bisa dijadikan acuan tetap karena kepatian apakah warga positif atau tidak harus dilakukan tes swab.

“Rapid test untuk melihat gejala awal, tapi untuk kepastian harus diambil specimen dan sekarang kita tinggal menunggu hasilnya,” kata Dewi kepada wartawan, Senin (27/4/2020).

Dia berharap dari hasil swabnya nanti bisa negatif. Meski demikian, untuk antisipasi 15 tersebut akan diisolasi. Adapun lokasinya, bisa menggunakan fasilitas Rumah Sakit Saptosari yang dijadikan sebagai rumah sakit darurat Covid-19. “Untuk persiapan RS darurat terus kita kebut agar segera bisa digunakan,” katanya.

Dewi menjelaskan, isolasi di rumah sakit merupakan langkah yang harus diambil. Hal ini tidak lepas dari kondisi rumah di masing-masing warga yang kurang memadai. “Kita targetkan dalam waktu satu dua hari, RS Saptosari bisa dioperasikan dan seluruh warga akan diisolasi disana,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa 15 warga yang menunjukan tanda reaktif dari hasil tes cepat merupakan warga di Desa Wonosari. “Akan terus kita telusuri sehingga penyebarannya bisa ditekan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunungkidul Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top