Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DPRD Kota Jogja Dibanjiri Kunker Dinas dari Zona Merah Covid-19

DPRD Kota Jogja, Provinsi DIY, mulai banyak menerima kunjungan kerja dari dinas atau instansi dari wilayah zona merah Covid-19.
Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  08:45 WIB
Pemerintah Kota Yogyakarta menerapkan sistem barcode dan zonasi untuk mengatasi kepadatan pengunjung saat new normal. Pemkot Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta menerapkan sistem barcode dan zonasi untuk mengatasi kepadatan pengunjung saat new normal. Pemkot Yogyakarta

Bisnsi.com, JOGJA - DPRD Kota Jogja, Provinsi DIY, mulai banyak menerima kunjungan kerja dari dinas atau instansi dari wilayah zona merah Covid-19.

Agenda Kunjungan Kerja (Kunker) yang dilakukan oleh berbagai kalangan pegawai ke Kota Jogjakarta sudah mulai merebak. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja pun tak luput jadi sasaran kunker lembaga dari luar Kota Jogja termasuk dari daerah zona merah.

Sekretaris DPRD Kota Jogja, Basuki Hari Saksono mengakui pihaknya telah banyak menerima tamu dari luar Kota Jogja. Ia menyebutkan tamu yang melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Jogja berasal dari berbagai daerah, mulai dari Balikpapan, Bogor, Semarang, Madiun bahkan dari Surabaya.

Tak jarang menerima tamu dari zona merah, DPRD Kota Jogja menerapkan protokol ketat dalam menerima tamu. Basuki menjelaskan salah satu syarat utama yang wajib dipenuhi para tamu sebelum melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Jogja adalah mengirimkan surat hasil Rapid Diagnostic Test (RDT) yang masih berlaku. "Sebelum datang surat harus kita terima, berlaku untuk tiga hati sekarang 14 hari," terangnya, Selasa (28/7) seperti dilaporkan Harianjogja.com Rabu (29/7/2020).

Selain itu pembatasan kapasitas ruang kunjungan pun dibatasi. Sebelumnya ruangan yang diperuntukkan untuk menerima tamu mampu menampung 30 orang. Namun karena menerapkan protokol kesehatan, saat ini ruangan tersebut hanya dapat menampung 15 orang atau 50 persen dari kapasitas yang ada.

"Kalau lebih [tamu kunker] maka akan kita bagi dua, ruangan kita banyak," jelasnya.

Tidak hanya itu dalem satu sesi kunjungan pun durasi pertemuan dibatasi hanya maksimal 30 menit saja. Lebih lanjut Basuki menerangkan bahwa pasca kunjungan, ruangan yang dipakai untuk pertemuan dengan tamu akan didesinfeksi. Selain itu secara rutin seminggu sekali pun ruangan di DPRD Kota Jogja juga akan didesinfeksi.

Basuki tidak menampikkan adanya kekhawatiran karena banyak menerima kunjungan dari berbagai darah bahkan zona merah. Oleh karena itu profil ketat ditegakkan wajib di lingkungan DPRD Kota Jogja, mulai dari menggunakan masker, pengecekan suhu, hingga Face Shield yang digunakan petugas yang menyambut para tamu.

Disebutkan Basuki sejak menerima kunjungan tercatat tidak ada tamu yang terpaksa dipulangkan atau tidak membawa surat, pasalnya mereka telah mengirimkan surat RDT terlebih dahulu sebelum melakukan kunjungan. Masker demikian ada tamu yang sempat didapati memiliki suhu hingga 39 derajat celsius, tamu yang bersangkutan selanjutnya diminta istirahat lalu diperiksa suhunya ulang. Pada pemeriksaan kedua suhu tamu tersebut sudah normal.

DPRD Kota Jogja juga sudah melakukan kunjungan kerja. Namun menurut penuturan Basuki lokasi tujuan kunjungan pun yang hanya khusus berstatus zona hijau. Hal itu sesuai arahan dari Pemkot Jogja.

Batasi Sentuhan

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi meminta kepada pegawai Pemkot Jogja untuk melaksanakan protokol kesehatan yang berlaku dan membatasi sentuhan di tempat-tempat umum. Heroe mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan DPRD Kota Jogja dan PHRI agar sentuhan yang terjadi diminimalisir dan tidak ada interaksi uang terlalu intensif yang memungkinkan untuk paparan.

"Tetapi yang penting tamu atau kita yang bepergian jangan sampai membawa virus," ujar Heroe.

Dia menambahkan bahwa hingga kini pihaknya belum ada rekomendasi untuk melakukan kunjungan ke zona merah. Namun ada pengecualian untuk terpaksa menghadiri undangan yang tidak bisa dilakukan melalui telekonferensi.

"Itu pun jalan darat, jadi masa pandemi sebagian besar perjalanan ke Jakarta dan Surabaya itu dilakukan dengan jalan darat," ujarnya.

ebagian besar perjalanan ke Jakarta dan Surabaya itu dilakukan dengan jalan darat," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jogjakarta
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top