Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Suasana Kartasura Sehari Selepas Demo UU Cipta Kerja

Arus lalu lintas di kawasan bundaran Tugu Kartasura baik dari arah Solo, Jogja, maupun Semarang, pada Jumat pagi terpantau lancar.
Ichsan Kholif R.
Ichsan Kholif R. - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  13:25 WIB
Suasana bundaran Tugu Kartasura di Kartasura, Sukoharjo.
Suasana bundaran Tugu Kartasura di Kartasura, Sukoharjo.


Bisnis.com, SUKOHARJO - Kondisi kawasan bundaran Tugu Kartasura di Kartasura, Sukoharjo, Jumat (9/10/2020) pagi, kembali normal setelah sehari sebelumnya menjadi lokasi aksi unjuk rasa ribuan orang menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Wartawan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) melaporkan arus lalu lintas di kawasan bundaran Tugu Kartasura baik dari arah Solo, Jogja, maupun Semarang, pada Jumat pagi terpantau lancar.

Pertokoan yang ada di kawasan itu juga buka seperti biasa. Terlihat sejumlah petugas kebersihan membersihkan sisa-sisa sampah pascaksi unjuk rasa tolak Omnibus Law yang berlangsung Kamis (8/10/2020) sejak siang hingga malam hari.

Terpantau pula jejak aksi vandalisme atau corat-coret di tembok rumah warga, pos polisi bundaran Tugu Kartasura, tugu Pemkab Sukoharjo, dan aspal di Jl. Jenderal Sudirman dan di Tugu Kartasura itu sendiri.

Salah seorang pedagang kelontong di sekitar Tugu Kartasura, Dewi, menyebut kemarin siang tokonya sempat langsung ditutup. Pagi ini, tokonya sudah buka kembali, demikian pula toko-toko dan kanan kirinya.

Dia menjelaskan pada Kamis kemarin aroma gas air mata sempat masuk ke dalam rumahnya. "Sempet buka terus tutup karena demo anarkitis. Semoga tidak ada lagi," ungkap dia.

Diberitakan, polisi berhasil memukul mundur massa aksi unjuk rasa menolak pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja di Bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo, Kamis sekitar pukul 19.00 WIB.

Massa mundur setelah polisi menembakkan gas air mata kepada para peserta aksi. Kericuhan sempat kembali terjadi saat massa menolak membubarkan diri sekitar pukul 18.15 WIB.

Polisi kembali menembakkan gas air mata ke kerumunan yang kembali menuju pusat aksi di bundaran Tugu Kartasura. Massa berlari menyelamatkan diri masuk hingga ke gang-gang perkampungan.

Massa bubar meninggalkan lokasi dan kawasan Tugu Kartasura sudah kembali dibuka untuk arus lalu lintas Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Sementara dalam perkembangan lain, elemen warga Kartasura, Sukoharjo, Jumat (9/10/2020), membersihkan sampah yang tersisa pascaaksi unjuk rasa ribuan orang menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Bundaran Tugu Kartasura.

Elemen yang bergabung untuk membersihkan sampah di Tugu Kartasura dan sekiranya berasal dari dari petugas Kelurahan, Koramil, Kecamatan, bersama paguyuban warga atau Pawartos. Ada sekitar 15 orang yang terjun dalam bersih-bersih di kawasan Tugu Kartasura itu.

"Sementara coretan-coretan yang tidak pantas kami cat dulu, lalu kami koordinasikan dengan pemerintah kabupaten atau Dinas PU untuk penyelesaian. Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik," papar Lurah Kartasura Agus Jaelani, Jumat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng Solo

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top