Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dokter dan Perawat di Klaten Meninggal Akibat Covid-19

Mereka adalah para nakes yang bertugas di puskesmas maupun rumah sakit.
Taufiq Sidik Prakoso, Kaled Hasby Ashshidiqy
Taufiq Sidik Prakoso, Kaled Hasby Ashshidiqy - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  07:52 WIB
Ilustrasi - Petugas memakamkan jenazah Covid-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol Covid-19 tersisa 1.069 lubang makam dan diperkirakan akan habis pada Oktober apabila kasus kematian akibat Covid-19 terus meningkat. - Antara
Ilustrasi - Petugas memakamkan jenazah Covid-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol Covid-19 tersisa 1.069 lubang makam dan diperkirakan akan habis pada Oktober apabila kasus kematian akibat Covid-19 terus meningkat. - Antara

Bisnis.com, KLATEN - Sebanyak lima tenaga kesehatan (nakes) di Klaten meninggal dunia karena Covid-19.

Mereka adalah para nakes yang bertugas di puskesmas maupun rumah sakit.

Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito mengatakan, dari lima nakes yang meninggal, ada satu seorang dokter spesialis. Empat lainnya adalah dokter, bidan, dan perawat yang bertugas di puskesmas. Ia tak menyebutkan identitas kelima nakes tersebut.

“Mereka ada komorbid,” kata Ronny saat dihubungi Solopos.com, Rabu (20/1/2021).

Ronny memperkirakan para nakes itu tertular Covid-19 saat beraktivitas di luar. Artinya, mereka tertular saat tidak sedang bertugas.

“Bukan dari kontak di fasilitas kesehatan. Kemungkinan kontak di luar melihat dari riwayat mereka terpapar,” ungkap dia.

Rony menjelaskan, terus meningkatnya kasus Covid-19 di Klaten membuat para nakes sudah kelelahan menangani pasien yang terus bertambah. Ia berharap pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bisa menekan angka harian Covid-19.

“Masa PPKM ini juga bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mengatur waktu istirahat para nakes,” jelas dia.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Solopos.com di twitter resmi @humaskabklaten, hingga Rabu (20/1/2021),  ada 41 kasus baru Covid-19. Secara kumulatif kasus Covid-19 di Klaten mencapai 4.054 kasus. Dari jumlah tersebut, ada 467 kasus yang masih aktif, 223 meninggal dunia, dan 3.364 sembuh.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

klaten Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top