Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jateng Diperkirakan Masih Hujan Lebat hingga Pekan Depan

Curah hujan dengan intensitas lebat-ekstrem terjadi di Kota Semarang pada Sabtu (6/2/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kota Semarang mencatat, curah hujan pada pukul 07.00 WIB sebesar 171 mm.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 07 Februari 2021  |  07:47 WIB
Ilustrasi Banjir. Selain menggenangi wilayah pemukiman penduduk, air juga menggenangi jalur transportasi di Jawa Tengah.  - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Ilustrasi Banjir. Selain menggenangi wilayah pemukiman penduduk, air juga menggenangi jalur transportasi di Jawa Tengah. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, SEMARANG – Curah hujan dengan intensitas lebat-ekstrem terjadi di Kota Semarang pada Sabtu lalu (6/2/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kota Semarang mencatat, curah hujan pada pukul 07.00 WIB sebesar 171 mm.

“BMKG Ahmad Yani Semarang telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim pada 6 Februari dari pukul 01.30 WIB dan telah di-update pukul 05.20 WIB. Kota Semarang termasuk salah satu wilayah yang masuk dalam peringatan dini tersebut,” jelas Sukasno, Kepala Stasiun Klimatologi Semarang, Sabtu lalu (6/2/2021).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, curah hujan tertinggi terukur di Pos Hujan Beringin, Kecamatan Ngaliyan dengan curah hujan 183 mm. Sementara itu, curah hujan terendah tercatat di Pos Hujan Meteseh, Kecamatan Tembalang dengan intensitas 69 mm.

Menurut Sukasno, curah hujan ini dipengaruhi oleh fenomena aktifnya Monsun Dingin Asia dan adanya daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Kondisi ini juga diperparah dengan masa udara yang labil serta kelembapan udara yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga lapisan atas sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan di Jawa Tengah. Berdasarkan fenomena ini, BMKG memperpanjang peringatan dini hujan lebat hingga sepekan mendatang.

Sebelumnya, cuaca ekstrim membuat sebagian daerah di Jawa Tengah tergenangi air. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Winarsono, mengatakan air menggenangi 9 kecamatan di Kota Semarang. Daerah tersebut antara lain Kecamatan Tugu, Ngaliyan, Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Tengah, Semarang Timur, Genuk, Pedurungan, dan Gayamsari.

“Sebanyak 9 kecamatan itu hampir seluruh kelurahan tergenang air. Kami sudah kirimkan tim untuk assesment lapangan dan monitoring. Kita juga telah mengirimkan perahu karet dan peralatan evakuasi dibantu oleh tim gabungan,” jelas Winarsono.

Selain menggenangi wilayah pemukiman penduduk, air juga menggenangi jalur transportasi di Jawa Tengah. Stasiun Tawang, Poncol, dan sebagian jalur KA di lintas utara juga ikut terendam. Kedalaman air di Stasiun Tawang mencapai 70 cm, sementara itu genangan juga menggenangi halaman parkir Stasiun Poncol.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stasiun tawang banjir jateng
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top