Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPS Jateng Cermati Imbas Banjir di Bidang Pertanian

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah melakukan pengamatan kegiatan pertanian, terutama padi pada tujuh hari terakhir Januari 2019.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 31 Januari 2019  |  19:40 WIB
Petani membawa padi menggunakan terpal saat panen di persawahan yang terendam banjir Desa Gondoharum, Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (31/1/2019). Banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah itu menyebabkan 800 hektare lahan tanaman padi siap panen di lima Kecamatan terendam air dengan ketinggian 30-150 centimeter. - Antara/Yusuf Nugroho
Petani membawa padi menggunakan terpal saat panen di persawahan yang terendam banjir Desa Gondoharum, Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (31/1/2019). Banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah itu menyebabkan 800 hektare lahan tanaman padi siap panen di lima Kecamatan terendam air dengan ketinggian 30-150 centimeter. - Antara/Yusuf Nugroho

Bisnis.com, SEMARANG — Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah melakukan pengamatan kegiatan pertanian, terutama padi pada tujuh hari terakhir Januari 2019. Beberapa daerah di Jawa Tengah Tengah mengalami banjir akibat tingginya curah hujan yang terjadi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono, mengungkapkan dari informasi – tanpa data – sebagian pengamatan yang dilakukan BPS menemukan terdapat lokasi tanaman yang terkena banjir, yakni di Kendal.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menemukan bibit padi yang sebagian roboh kena angin ketika melakukan pengamatan. “Kami baru melakukan pengamatan kegiatan pertanian, utamanya padi pada 7 hari terakhir Januari [2019],” kata Sentot kepada Bisnis, Kamis (31/1/2019).

Tanaman-tanaman padi yang terkena dampak banjir memiliki peluang produksi yang tidak maksimal jika bertahan sampai panen atau tertunda masa panennya karena petani harus melakukan penanaman ulang.

Dirinya tidak yakin gagal panen atau puso akan terjadi terhadap tanaman padi yang diamatinya di Kendal, Jawa Tengah.

“Kalau gagal panen dalam pengertian istilah pertanian [adalah] puso, saya tidak yakin akan terjadi. Tapi, kalau produksinya tidak maksimal, atau tertunda karena menanam ulang, bisa saja terjadi,” katanya.

Dia mengingatkan, pengamatan yang dilakukan BPS Jateng di Kendal bukan gambaran umum di Jawa Tengah. Menurutnya, perlu dilihat hasil pengolahan hasil pengamatan seluruh sampel yang dilakukan BPS.

Pada akhir bulan ini, ujarnya terdapat beberapa lokasi sampel pengamatan yang melakukan panen tanaman padi.

“Pengamatan di Kendal tersebut, tentu bukan gambaran umum di Jateng, harus melihat hasil pengolahan hasil pengataman seluruh sampel,” katanya.

Dia menambahkan, BPS Jateng melakukan pengamatan kegiatan pertanian di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Data-data hasil pengamatan akan diolah di pusat dan terdapat tenggat waktu rilis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sensus pertanian jateng banjir jateng
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top