Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anggaran Terbatas, Pemkab Tak Sanggup Kelola Gerbang Samudra Raksa

Gerbang Samudra Raksa berada di perbatasan Kulon Progo dengan Jawa Tengah. Rest area ini terletak di Kecamatan Kalibawang dan merupakan pintu masuk ke kawasan objek wisata Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  08:37 WIB
Gerbang Samudra Raksa - Antara/Sutarmi
Gerbang Samudra Raksa - Antara/Sutarmi

Bisnis.com, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tidak sanggup mengelola rest area Gerbang Samudra Raksa sendirian.

Oleh karena itu, pengelolan Gerbang Samudra Raksa akan diserahkan kepada pihak ketiga karena keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia di wilayah ini.

Gerbang Samudra Raksa berada di perbatasan Kulon Progo dengan Jawa Tengah. Rest area ini terletak di Kecamatan Kalibawang dan merupakan pintu masuk ke kawasan objek wisata Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah.

Kabag Pembangunan Setda Kulon Progo Zahram Asurawan di Kulon Progo, Rabu (24/3/2021), mengatakan saat ini, pihaknya masih menyiapkan dokumen pengadaannya, dan rencana anggaran biaya (RAB) untuk pengelolaan.

"Rencananya, April 2021 ini mulai pengadaan untuk pihak ketiganya. Gerbang Samudra Raksa akan dikelola oleh pihak ketiga," kata Zahram.

Ia mengatakan pertimbangan Gerbang Samudra Raksa dikelola oleh pihak ketiga karena lebih luwes, karena pemkab tinggal menerima pendapatan asli daerah (PAD).

Menurutnya, bila Gerbang Samudra Raksa dikelola pemkab, maka sumber daya manusia (SDM) semakin kurang karena aparatur sipil negara banyak yang pensiun, dan CPNS juga tidak banyak. Sementara kalau menggunakan tenaga honorer membutuhkan biaya lagi untuk pengelolaannya.

"Kemungkinan besar akan dipihaketigakan, sehingga konsentrasi lebih bagus, dan pemkab tinggal menerima PAD dan biaya-biaya lainnya," katanya.

Terkait Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab atas Gerbang Samudra Raksa, Zahram mengatakan akan dikelola secara khusus oleh unit pelaksana teknis (UPT) yang saat ini masih dalam tahap kajian.

"Saat ini masih kami kaji, skema UPT pengelola Gerbang Samudra Raksa dan OPD yang bertanggung jawab," katanya.

Lebih lanjut, Zahram mengatakan pemkab juga mewacanakan pengembangan Gerbang Samudra Raksa untuk wilayah sekitarnya yang belum dimanfaatkan.

Misalnya, ia menyebut pengembangan lahan parkir. Tapi, hal itu masih membutuhkan kajian khusus yang dilakukan OPD dinas teknis.

"Dinas teknis yang dimaksud bisa Dinas Pariwisata, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Dinas Kebudayaan atau OPD yang memiliki ketugasan melakukan kajian," katanya.

Sebelumnya, Direktur PT Sari Gunung Mataram Sakti Nanang Sukrisno mengatakan proyek pembangunan rest area Klangon dan Gerbang Samudra Raksa selesai dikerjakan.

Proyek yang digarap PT Sari Gunung Mataram Sakti juga telah dilakukan serah terima tahap pertama atau PHO pada 6 Desember 2020.

"Pembangunan proyek Gerbang Klangon atau Gerbang Samudra Raksa ini membutuhkan waktu 270 hari kalender, dan alhamdulillah dapat diselesaikan tepat waktu, meski tingkat kesulitannya cukup tinggi," katanya.

Rest area ini, lanjut Nanang, semula berupa bukit yang kemudian disulap menjadi sebuah rest area dengan menyajikan panorama yang indah, sehingga banyak menyedot minat wisatawan untuk datang ke tempat ini.

Gerbang Samudra Raksa dibangun dengan menggunakan dana APBN, melalui Balai PPW DIY dengan nilai Rp22 miliar yang dibangun di atas lahan seluas 7.000 meter persegi dari luas satu hektare yang disediakan.

Sementara itu, pembangunannya meliputi beberapa item di antaranya di bagian perbatasan dibangun dua gerbang yaitu gerbang Kapal Samudra Raksa di sisi timur dan Gerbang Ombak di sisi barat.

Selain itu, area ini dilengkapi sejumlah fasilitas seperti area parkir, toilet, food court dan musala. Di bagian yang lebih atas ada tiga taman bertingkat dan di ujung paling atas ada view deck untuk menikmati pemandangan di Gerbang Samudra Raksa.

"Saat ini, kami masih bertanggung jawab atas pemeliharaan bangunanan tersebut selama 6 bulan, sedangkan untuk pengelolaan kewenangannya ada di Pemkab Kulon Progo," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kulon progo borobudur jogjakarta rest area

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top