Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Okupansi Kamar Hotel di Kota Semarang Meningkat Selama Libur Paskah

Pengusaha mencatat peningkatan serupa juga terjadi di Solo dan beberapa daerah lainnya di Jawa Tengah. Selama libur panjang tersebut, wisatawan banyak yang menghabikan waktunya untuk mengunjungi destinasi wisata luar ruangan.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 06 April 2021  |  17:53 WIB
Grand Candi Hotel Semarang - Istimewa
Grand Candi Hotel Semarang - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Provinsi Jawa Tengah mencatat kenaikan okupansi kamar hotel di Kota Semarang selama libur paskah pekan lalu.

Long weekend kemarin itu [okupansi kamar hotel di] Semarang kisaran 70 – 80 persen, biasanya cuma 50 persen. Ini berhasil menaikkan okupansi sekitar 30 persen. Solo juga sama, Jawa Tengah secara umum juga,” jelas Bambang ‘Benk’ Mintosih, Ketua GIPI Provinsi Jawa Tengah, Selasa (6/4/2021).

Wisata luar ruangan menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi saat libur paskah pekan lalu. Benk juga menyampaikan bahwa wisatawan yang melancong lebih didominasi oleh masyarakat Jawa Tengah sendiri.

Kemarin itu masih lokal-lokal, kebanyakan mengunjungi objek wisata outdoor. Di Solo itu misalnya, Cengklik baru-baru ini membludak terus jumlah kunjungannya. Jadi yang diminati yang outdoor, wisata ini dijamin pasti penuh,” jelasnya kepada Bisnis.

Meskipun mengalami kenaikan okupansi kamar, Benk menyayangkan minimnya promosi wisata yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Jogja kan gencar [untuk melakukan promosi], ini harusnya sudah mulai. Yang penting protokol kesehatannya dikedepankan,” jelasnya.

Promosi tersebut, menurut Benk, sangat diperlukan untuk meningkatkan keyakinan calon wisatawan untuk mau berkunjung ke Jawa Tengah. “Tempat-tempat objek wisata, bandara, dan pusat-pusat keramaian semuanya harus mengatakan kalau karyawan kami semua sudah divaksin,” contohnya.

Usaha yang sama juga mesti dilakukan pelaku usaha. “Saatnya tempat wisata beradu dengan protokol kesehatan yang kencang, kemudian pemerintah selalu meng-update kondisi tempat wisata yang sudah memenuhi protokol kesehatan, sudah tersertifikasi CHSE juga,” ujar Benk.

Sebelumnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi DIY mencatat kenaikan okupansi hotel hingga 45 persen selama libur paskah. Apabila sebelumnya angka okupansi di DIY rata-rata di angka 20 – 30 persen maka pada pekan lalu angkanya bisa mencapai 65 persen.

Berdasarkan catatan PHRI Provinsi DIY, wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut didominasi oleh wisatawan dari luar provinsi. “Masih Jawa Tengah yang tinggi, kemudian yang kedua itu Jawa Timur, ketiga Jawa Barat, Keempat DKI Jakarta. Kemudian Lampung dan Bali,” jelas Deddy Pranowo Eryono, Ketua PHRI Provinsi DIY.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top