Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penumpang Positif Covid-19 Bisa Naik Pesawat dari Semarang, Pemeriksaan Longgar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak ke Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Kota Semarang, Kamis, terkait dengan adanya seorang penumpang positif Covid-19 yang lolos terbang ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  20:38 WIB
Calon penumpang menjalani tes deteksi Covid-19 menggunakan alat GeNose C19 di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/4/2021). - Antara/Aji Styawan.
Calon penumpang menjalani tes deteksi Covid-19 menggunakan alat GeNose C19 di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/4/2021). - Antara/Aji Styawan.

Bisnis.com, SEMARANG - Penumpang Positif Covid-19 kedapatan bisa tetap melakukan moda transportasi pesawat terbang dari Bandara Ahmad Yani, Semaran, Rabu (5/5/2021) menuju Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Pengelola Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, bersama pemangku kepentingan memperketat prosedur pemeriksaan calon penumpang pascalolosnya seorang penumpang yang dinyatakan positif Covid-19.

"Setelah kami evaluasi, kami pastikan bahwa tidak terdapat unsur kesengajaan petugas bandara atau 'stakeholder' lainnya dalam upaya pemberangkatan penumpang dengan dokumen penerbangan yang tidak sesuai dengan persyaratan penerbangan," kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Hardi Ariyanto di Semarang, Kamis (6/5/2021).

Menurut dia, lolosnya seorang penumpang yang positif Covid-19 itu murni kelalaian akibat prosedur pemeriksaan yang kurang ketat sehingga pihaknya melakukan pengetatan prosedur pemeriksaan agar kejadian serupa tidak terulang.

Berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di bandara seperti Kepolisian Sektor Semarang Barat, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Semarang, maskapai, dan "ground handling" disepakati bersama mengenai langkah-langkah antisipasi jika teridentifikasi calon penumpang yang memiliki hasil tes Covid-19 positif.

Berbagai langkah antisipasi tersebut adalah pemberian stempel tambahan oleh petugas KKP sebagai tanda hasil tes positif untuk memudahkan identifikasi oleh petugas "check in" dan pada saat "boarding".

KKP, lanjut dia, akan menahan calon penumpang yang memiliki hasil tes positif untuk berkoordinasi dengan pihak pengelola bandara dan maskapai memblokir data calon penumpang pada sistem sehingga calon penumpang tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Kemudian, pengelola bandara dan KKP akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan kota dan/atau provinsi sesuai domisili calon penumpang tersebut untuk melaksanakan prosedur karantina sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Tengah pada saat kunjungan ke bandara.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak ke Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Kota Semarang, Kamis, terkait dengan adanya seorang penumpang positif Covid-19 yang lolos terbang ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Saat tiba di bandara, Ganjar langsung menuju Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan menanyakan kronologi penumpang yang positif Covid-19 kepada tiga petugas jaga.

Salah satu petugas KKP bernama Hevny menjawab bahwa proses validasi sebenarnya sudah diketahui bahwa penumpang itu positif Covid-19 dan dari pihak KKP sudah memberikan tanda dengan cara melingkari kartu positifnya itu.

Ganjar nampak tidak puas dengan jawaban itu. Oleh petugas KKP, penumpang tersebut disarankan untuk isolasi mandiri dan tetap diizinkan melakukan penerbangan.

Menanggapi jawaban itu, Ganjar menyebut prosedur operasi standar yang dilakukan KKP salah karena seharusnya saat ada penumpang ketahuan positif Covid-19, maka penumpang itu harus ditahan di tempat itu serta tidak boleh ke mana-mana.

Menurut Ganjar, pihak Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan KKP harus segera melakukan evaluasi dan kejadian serupa tidak boleh terulang karena membahayakan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng bandara ahmad yani semarang

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top