Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Faktor Global Kerek Harga Kedelai Impor di Kudus

Belum ada alternatif kedelai lokal karena belum memasuki masa panen. Pengrajin tahu dan tempe terpaksa menggantungkan pada komoditas impor.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  16:59 WIB
Ilustrasi. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurty
Ilustrasi. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurty

Bisnis.com, KUDUS - Harga jual kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali naik menjadi Rp10.000 per kilogram dari sebelumnya hanya dijual Rp9.000-an per kilogramnya, sedangkan permintaan cenderung turun.

"Kenaikan harga menjadi Rp10.000/kg ini sudah berlangsung hampir sebulan, namun belum juga kembali normal. Padahal harga jual normalnya berkisar Rp6.500/kg dan pertengahan Maret 2021 harganya memang sudah naik menjadi Rp9.800/kg," kata Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf di Kudus, Kamis (6/5/2021).

Informasinya, kenaikan harga jual komoditas impor tersebut, di antaranya karena adanya kenaikan indeks perdagangan, keterlambatan masa panen dari negara asal, yakni Amerika.

Meskipun terjadi lonjakan harga, untuk stok tersedia aman karena kebutuhan berapapun masih bisa dipenuhi. Sedangkan stok yang tersedia di gudang mencapai 40-an ton.

Untuk saat ini, kata dia, diakui belum ada alternatif kedelai lokal karena belum memasuki masa panen. Perajin tahu dan tempe terpaksa menggantungkan pada komoditas impor.

"Kalaupun ada perajin tahu dan tempe yang mengurangi produksinya tentu wajar, karena disesuaikan permintaan pasar dan perubahan harga jualnya," ujarnya.

Untuk bisa menaikkan harga jual tahu dan tempe di pasaran, kata dia, memang tidak mudah karena harus melihat respons pasarnya. Jika masyarakat tetap membelinya, maka produksinya tetap stabil seperti yang terjadi sekarang.

Jika sebelumnya permintaan per hari mencapai 20-an ton, maka saat ini berkisar 15 ton per harinya.

Jumlah pengusaha tahu dan tempe di Kabupaten Kudus diperkirakan mencapai 300-an pengusaha yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Kota, Jekulo, Kaliwungu, Dawe, Bae, Gebog, Undaan, Mejobo dan Jati.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng kedelai kudus

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top