Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kulon Progo Waspada, Antisipati Lonjakan Kasus Covid-19

Dari 12 kecamatan di Kabupaten Kulonproga, lima kecamatan memperlihatkan tren peningkatan kasus cukup tinggi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  08:05 WIB
Ilustrasi - ANTARA
Ilustrasi - ANTARA

Bisnis.com, KULON PROGO - Dampak libur lebaran diwaspadai Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lonjakan penambahan kasus Covid-19 usai lebaran menjadi hal yang menjadi perhatian, terutama di lima kecematan wilayah tersebut.

Terkait hal itu, Satgas berencana melakukan pemantauan secara maksimal di wilayah yang menjadi perhatian utama tersebut.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Senin (31/5/2021), mengatakan dari 12 kecamatan, lima kecamatan dengan peningkatan kasus cukup tinggi, yakni Kecamatan Panjatan, Lendah, Pengasih, Nanggulan, dan Kalibawang.

"Kami akan memaksimalkan pemantauan selama empat pekan ke depan, sebab lima kecamatan tersebut ada tren peningkatan kasus Covid-19 cukup tinggi dibandingkan sebelum Lebaran," kata Baning.

Ia mengatakan pada Minggu (30/5/2021) penambahan kasus di Kecamatan Lendah ada tiga kasus, Pengasih lima kasus, Panjatan dua kasus, Kalibawang empat kasus.

Penambahan kasus Covid-19 di wilayah ini memang di bawah 10 kasus, tapi setiap hari ada penambahan.

Total kasus Covid-19 di lima kecamatan itu selama pandemi, di Panjatan 556 kasus, Lendah 495 kasus, Pengasih 808 kasus, Nanggulan 348 kasus, dan Kalibawang 305 kasus.

Sementara itu, total terkonfirmasi Covid-19 di Kulon Progo sebanyak 6.040 kasus dengan rincian 58 isolasi rumah sakit, 417 isolasi mandiri, 4.918 selesai isolasi, 533 sembuh, dan 114 meninggal dunia.

"Kami melihat ada tren penambahan di kecamatan tersebut, dan kami lebih meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Baning memastikan tidak ada penambahan klaster baru di Kulon Progo, terakhir adalah klaster Sangon yang menyebabkan 130 orang terpapar Covid-19.

Penambahan kasus disebabkan adanya kontak erat karena buruknya protokol kesehatan di lingkungan keluarga.

"Pada Mei ini, mayoritas penyebaran Covid-19 dari klaster keluarga. Lebih dari 60 persen atau 500 kasus karena klaster keluarga, kemudian dari suspek, diikuti dengan kontak dengan pendatang dan terakhir pendatang," tuturnya.

Wakil Bupati Kulon Progo Fajar Gegana mengimbau masyarakat selalu melakukan upaya pencegahan Covid-19. Hal tersebut perlu dilakukan agar kasus konfirmasi di Kulon Progo tidak terus bertambah.

Menurutnya, masyarakat harus patuh terhadap penerapan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan hingga mengurangi kegiatan yang mengumpulkan massa dengan jumlah banyak.

"Harapannya, dengan masyarakat yang patuh terhadap upaya pencegahan Covid-19., kasus Covid-19 di Kulon Progo bisa ditekan," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kulon progo Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top