Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

390 Warga Jateng Dipasung Gegara Gangguan Jiwa

Jumlah kasus pemasungan warga yang mengalami gangguan jiwa di Jawa Tengah tergolong cukup tinggi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Oktober 2021  |  20:50 WIB
390 Warga Jateng Dipasung Gegara Gangguan Jiwa
rnSejumlah pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) menunggu giliran untuk mengikuti vaksinasi di yayasan Jamrud biru di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/8/2021). Sebanyak 70 pasien ODGJ mengikuti kegiatan vaksinasi merdeka guna mencegah penyebaran wabah Covid-19. ANTARA FOTO - Fakhri Hermansyah\\r\\n

Bisnis.com, SOLO - Jumlah kasus pemasungan warga yang mengalami gangguan kejiwaan di Provinsi Jawa Tengah tergolong memprihatinkan.

Sebab, sepanjang tahun ini tercatat ada sebanyak 390 kasus yang tersebar di berbagai daerah.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo di sela acara peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ( HKJS) 2021.

"Jumlah warga dipasung di Jateng periode Januari hingga Juni 2021 sebanyak 390 kasus dan mereka tersebar di 35 kabupaten dan kota di daerah ini," terangnya dikutip dari Antara, Minggu (10/10/2021).

Tingginya kasus pemasungan itu, kata dia, karena pihak keluarga merasa malu dan menganggapnya sebagai aib. Sehingga, mereka enggan untuk membawanya ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD).

"Problema pasung ini sangat banyak dan hampir semuanya sudah dibebaskan, tetapi setelah dilepas kemudian dilakukan pemasungan kembali oleh masyarakat," jelasnya.

Menyikapi hal itu, Yulianto mengatakan perlu adanya peran serta bersama dari semua lapisan masyarakat.

Menurutnya, yang menjadi persoalan dalam penanganan kasus gangguan jiwa itu didominasi dari ketimpangan akses pelayanan kesehatan.

Selain itu, kurangnya investasi pada kesehatan jiwa, stigmanisasi, dan diskriminasi juga turut berkontribusi pada kesenjangan pengobatan.

Oleh karena itu, Pemprov Jateng memberikan perhatian serius dalam menyikapi persoalan tersebut.

Di Jateng sendiri, lanjut dia, ada tiga RSJD yang dapat digunakan untuk menangani pasien gangguan jiwa. Ketiga RSJD itu berlokasi di Solo, Klaten dan Semarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gangguan jiwa

Sumber : Antara

Editor : Setyo Puji Santoso

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    Terpopuler

    Banner E-paper
    back to top To top