Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warga Binaan Lapas di Sleman Beternak Ayam Bahagia

Program pelatihan dan pendampingan tersebut dilakukan untuk menghapus stigma bahwa mantan warga binaan memiliki kecenderungan untuk jadi residivis.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 13 November 2021  |  11:45 WIB
Mahasiswa Fakultas Peternakan UGM berfoto bersama warga binaan serta Kepala Lapas Kelas IIB Sleman, Kusnan. - Istimewa/Humas Fakultas Peternakan UGM
Mahasiswa Fakultas Peternakan UGM berfoto bersama warga binaan serta Kepala Lapas Kelas IIB Sleman, Kusnan. - Istimewa/Humas Fakultas Peternakan UGM

Bisnis.com, SLEMAN – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kabupaten Sleman dibimbing untuk membudidayakan ayam. Bekerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, warga lapas diajak untuk beternak ayam bahagia.

Ayam bahagia sendiri merupakan jenis ayam petelur dengan strain Lohman Brown. Diinisiasi sejak Juni 2021, program tersebut merupakan buah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat tahun 2021.

Lapas Kelas IIB Kabupaten Sleman sendiri telah memiliki program pelatihan kemandirian dan peningkatan keterampilan. Program tersebut dilaksanakan di lahan terbuka milik Lapas yang dinamakan Kampung Asimilasi.

Warga Lapas diajak untuk beternak ayam bahagia dengan konsep free range atau umbaran di Kampung Asimilasi tersebut. Ayam bahagia dipilih karena memiliki ketahanan dan kemampuan adaptasi yang baik. Dalam proses beternak ini, ayam dipelihara sejak umur 18 minggu hingga bisa bertelur pada minggu ke-20.

Kusnan, Kepala Lapas Kelas IIB Kabupaten Sleman, mengapresiasi program yang dijalankan mahasiswa Fakultas Peternakan UGM tersebut. “Mahasiswa UGM diharapkan dapat menularkan pengetahuan akan budidaya ayam bahagia yang baik kepada pembimbing maupun warga binaan serta ke depan diharapkan mahasiswa dapat membuat terobosan baru lagi,” jelasnya seperti dikutip dari siaran pers.

Sementara itu Dio Fico Felsidan Diatmono, salah seorang mahasiswa yang menginisiasi program tersebut, berharap agar program beternak ayam bahagia dapat menghapus stigma negatif masyarakat akan warga binaan Lapas.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan tidak ada lagi stigma bahwa mantan warga binaan memiliki kecenderungan untuk menjadi residivis yang menjadikan mereka mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan setelah masa pidananya selesai, bahkan tak jarang mereka ter-blacklist dalam beberapa sektor pekerjaan formal,” jelas Dio.

Dalam kondisi pandemi Covid-19, program tetap dapat dijalankan dengan baik melalui metode bauran antara daring dan luring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain penyuluhan pengenalan program beternak ayam bahagia, penyuluhan prospek keberlanjutan program, penyuluhan manajemen kandang, pelatihan dan praktik pembuatan formulasi ransum pakan, dan pelatihan dan praktik pembuatan kandang serta penerapan konsep beternak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wirausaha napi lapas

Sumber : Siaran Pers

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top