Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CJIBF 2021 Tarik Minat Investasi Rp39 Triliun ke Jateng  

Negara asal investor yang telah menyampaikan kepeminatan di antaranya adalah Singapura, Jepang, India, China, Australia, dan pemodal dari dalam negeri.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 15 November 2021  |  18:51 WIB
Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah Ratna Kawuri menyampaikan sambutan dalam pembukaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2021, Rabu (10/11 - 2020). Forum tersebut menawarkan beragam proyek investasi di Jateng kepada para investor. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)
Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah Ratna Kawuri menyampaikan sambutan dalam pembukaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2021, Rabu (10/11 - 2020). Forum tersebut menawarkan beragam proyek investasi di Jateng kepada para investor. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

Bisnis.com, SEMARANG – Penyelenggaraan acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2021 yang berlangsung pada pekan lalu mencatatkan nilai kepeminatan investasi sebesar Rp39 triliun. Capaian itu lebih besar dari event serupa tahun lalu, yang membukukan kepeminatan senilai Rp22 triliun. 

Dari rencana nilai investasi yang dibukukan pada CJIBF 2021 sebesar Rp39 triliun, terdiri dari Rp9,84 triliun dan 2,04 miliar dolar atau setara Rp29,16 triliun.  

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Ratna Kawuri, mengatakan bahwa sepanjang acara yang berlangsung pada 10-11 November 2021, tercatat ada 44 Letter of Intent (LoI). 

"Ini menunjukkan geliat perekonomian dan kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah yang menguat,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (15/11/2021).  

Ratna menambahkan, negara asal investor yang telah menyampaikan kepeminatan di antaranya adalah Singapura, Jepang, India, China, Australia dan pemodal dari dalam negeri. Mereka meminati investasi dari bidang energi, manufaktur, jasa, pariwisata, properti dan infrastruktur.  

Sementara itu, lokasi di Jawa Tengah yang banyak diminati calon investor adalah Kota Semarang, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Brebes. Adapula Kawasan Industri Terpadu Batang, Kawasan Industri Wijayakusuma, Jatengland Industrial Park Sayung dan Kawasan Industri Aviarna. 

Dari ajang CJIBF tercatat ada 12 pemodal yang berencana menanamkan modal di kawasan-kawasan industri tersebut.  

Ratna menyebut, akan mengawal kepeminatan investasi itu agar dapat direalisasikan. Di antaranya membentuk satuan tugas (satgas) investasi, yang bertugas untuk melakukan pendampingan, memberikan akses informasi dan mendampingi calon investor melakukan survei ke kawasan industri .  

Ia menyebutkan, sejak 2017 realisasi kepeminatan dari ajang CJIBF rerata berkisar 42 persen. Seperti di tahun 2020, dari 26 kepeminatan sekitar 25 persen direalisasikan dalam bentuk Izin Usaha. Kemudian di 2019 tercatat ada 31 izin usaha, 2018 ada 35 izin usaha dan di 2017 ada 20 izin usaha.  

"Harapannya memang 100 persen, namun bicara proses bisnis kan panjang. Termasuk mempertimbangkan kemampuan fiskal perusahaan. Dari 2020-2021 banyak yang masih terkendala finansial karena mengalokasikan untuk penanganan Covid-19," katanya. 

Selain itu, pihaknya akan melakukan verifikasi atas kepeminatan investasi. Kemudian melakukan promosi peluang investasi yang siap ditawarkan melalui kerjasama dengan berbagai pihak.  

Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng M. Firdauz Muttaqin mengatakan terus bekerjasama dengan DPMPTSP untuk mengawal realisasi investasi melalui ajang CJIBF. Ia menyebut, ajang ini merupakan tanda kepercayaan investor pada Jateng.  

"Indonesia dipandang sebagai tempat investasi yang bagus. Tenaga kerja kompetitif dan kualitasnya bagus. Jadi ini merupakan kepercayaan pada Indonesia yang semakin meningkat," ujarnya.  

Selain kepercayaan yang meningkat, investor juga melihat terobosan pemerintah pusat mempermudah investasi. Di antaranya, kebijakan tax allowance, tax holiday dan upaya untuk mengatasi bottle necking investasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

CJIBF
Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top