Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CJIBF 2022: Calon Investor Tur Investasi ke KIW dan KITB

Selain mendengarkan penjelasan dari manajemen, para calon investor juga diajak melakukan kunjungan ke fasilitas dan layanan di kawasan industri.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 11 November 2022  |  08:56 WIB
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG – Sejumlah calon investor mengunjungi dua kawasan industri di Jateng sebagai bagian dari rangkaian acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2022. 

Diselenggarakan pada Kamis (10/11/2022), rombongan calon investor mengikuti agenda Tur Investasi ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Kabupaten Batang dan ke Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) yang berlokasi di Kota Semarang. 

Direktur Utama PT KIW Ahmad Fauzie Nur menjelaskan bahwa pihaknya sangat terbuka dengan kehadiran para investor ke KIW maupun Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang merupakan salah satu anak usaha KIW.  

Di kedua kawasan industri tersebut, para calon investor diajak melihat potensi investasi di sektor manufaktur, properti, energi, dan infrastruktur. 

"Dalam kesempatan ini, kami dapat memberikan gambaran dan informasi yang komprehensif mengenai kawasan industri sebagai destinasi investasi dengan harapan banyaknya investor yang masuk ke KIW dan KITB," katanya. 

Selain mendengarkan penjelasan dari manajemen, para calon investor juga diajak melakukan kunjungan ke fasilitas dan layanan yang dimiliki KIW antara lain Water Treatment Plant (WTP), Waste Water Treatment Plant (WWTP), lahan industri dan Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP). 

CJIBF merupakan agenda tahunan yang rutin digelar untuk mempromosikan potensi dan peluang investasi di Jateng. Pada tahun ini, CJIBF 2022 mengambil tema Agri Industries for Green Growth and Sustainable Economic Development. 

Pada saat menyampaikan keynote speech dalam acara CJIBF 2022, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan Jawa Tengah masih menjadi primadona tujuan investasi. Salah satunya adalah banyaknya kawasan industri yang beroperasi di wilayah tersebut. 

Selain fokus menyiapkan infrastruktur pendukung dan beragam insentif untuk menarik investasi, Pemprov Jateng bekerja sama dengan berbagai pihak juga menyiapkan tenaga kerja yang akan mengisi pabrik-pabrik baru yang akan dibangun. 

“Kami mencoba mencari format untuk menawarkan potensi investasi di Jateng. Apa peluangnya, di mana tempatnya. Agar investor bisa mengembangkan bisnisnya dengan baik dan membantu serapan tenaga kerja. Untuk itu, kami menginisiasi tur investasi diarahkan ke beberapa kawasan,” ujarnya.  

Gubernur juga menyoroti realisasi investasi Jateng yang sempat mengalami tekanan selama pandemi Covid-19. Namun demikian, ia optimistis target pada tahun ini akan tercapai melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempromosikan peluang investasi di Jateng. 

Mengutip data DPMPTSP Jateng, pada tahun ini Jateng mencatatkan wilayah baru yang menjadi primadona di mata investor asing, yakni Kabupaten Jepara. Wilayah yang berada di pesisir utara Jateng bagian timur ini mencatatkan realisasi penanaman modal asing terbesar di Jateng sepanjang periode Januari—September 2022. 

Dilihat dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Ganjar mengungkapkan ada dua wilayah jadi jadi unggulan. Kedua wilayah itu adalah Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Adapun realisasi investasi PMA di Jawa Tengah sampai dengan kuartal III/2022 berada di angka Rp26,82 triliun sedangkan PMDN di Rp18,17 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

CJIBF Kawasan Industri Wijayakusuma
Editor : Farodlilah Muqoddam
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top