Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Solo Kini Punya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik, Isi Daya Penuh Cukup 2 Jam

Untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat pemilik kendaraan listrik, di Solo kini didirikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Mariyana Ricky Prihatina Dewi
Mariyana Ricky Prihatina Dewi - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  09:07 WIB
Ilustrasi petugas saat mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) -  ANTARA FOTO\r\n
Ilustrasi petugas saat mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) - ANTARA FOTO\\r\\n

Bisnis.com, SOLO - PT PLN (Persero) meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di halaman Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solo, Selasa (28/12/2021).

Hadirnya SPKLU pertama di Kota Bengawan itu sebagai upaya untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

Sebab, saat ini sudah ada 15 unit mobil listrik di Solo. Sedangkan tarif pengisian daya mobil listrik itu ditetapkan senilai Rp1.600 per kWh.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY, M Irwansyah Putra, mengatakan untuk satu kali pengisian full, mobil listrik bisa digunakan untuk menempuh jarak 400 kilometer.

“Perhitungannya 1 kWh bisa untuk 10 kilometer, sehingga hitungannya jauh lebih hemat dibandingkan bahan bakar minyak [BBM],” katanya kepada wartawan seusai peresmian.

Saat ini, di wilayah Jateng dan DIY terdapat enam sarana pengisian energi listrik untuk mobil atau kendaraan listrik berbasis baterai itu, termasuk yang baru diresmikan di Solo.

Selain di Kantor PLN UP3 Solo, SPKLU lain terletak di bandara Semarang dan Yogyakarta, Rest Area Kendal, dan Rest Area Sragen. Sebanyak 20 transaksi di SPKLU Solo itu totalnya menyedot 199,7 kWh.

“Ke depan mungkin akan ada penambahan SPKLU lain, karena Pemkot punya kendaraan listrik yang butuh isi daya. Entah nanti di stasiun khusus untuk kendaraan listrik itu atau di tempat lain, menyesuaikan kebutuhan,” beber Irwansyah.

Model Tukar Baterai

Ia menyebut kemungkinan ke depan akan ada SPKLU model switch atau tukar baterai. Jadi, pengguna kendaraan listrik tinggal menukarkan baterai yang kosong dengan baterai yang sudah isi.

SPKLU di kantor PLN UP3 Solo tersebut termasuk kategori pengisian cepat (fast charging) tipe 25 kW untuk mobil atau kendaraan listrik. Waktu pengisian daya hanya dua jam dari nol sampai 100%.

Sementara SPKLU di rest area jalan tol 519A dan 519B di Masaran, Sragen, termasuk tipe 50 kW dengan waktu pengisian lebih cepat, yakni satu jam.

“Kami juga menawarkan pengguna mobil listrik bisa mengisi daya sendiri di rumah. Asalkan mereka memiliki sambungan berdaya 7.700 Watt. Mereka bisa mengecas selama 5-6 jam di rumah sampai penuh. Nah, mereka mendapatkan diskon 30%,” ucapnya.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyambut baik keberadaan SPKLU untuk mengisi daya mobil listrik tersebut. Ia berharap keberadaan SPKLU mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.

“Tadi saya nyobain enggak ada bedanya dengan mobil bensin atau solar. Malah lebih baik dibandingkan kendaraan biasanya. Enggak ada suaranya juga. SPLKU ini kan setiap cas butuh dua jam sampai penuh, jadi sangat cepat sekali,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU)

Sumber : Solopos.com

Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top