Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rahasia Bisnis Soto Angkring Mas Boed Bertahan Hingga 15 Tahun

Konsistensi, inovasi, serta adaptasi menjadi kunci kesuksesan untuk bisa terus bertahan.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  15:08 WIB
Ilustrasi: Hidangan soto semarang bisa menjadi alternatif kuliner ketika melewati atau berkunjung ke Semarang, Jawa Tengah. - Bisnis/Tim Jelajah Jawa Bali 2019
Ilustrasi: Hidangan soto semarang bisa menjadi alternatif kuliner ketika melewati atau berkunjung ke Semarang, Jawa Tengah. - Bisnis/Tim Jelajah Jawa Bali 2019

Bisnis.com, SEMARANG – Warung Soto Angkring Mas Boed sudah berdiri sejak tahun 2006. Bertempat di Jl. Jati Raya No.F-3, Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang, warung tersebut kini telah memiliki satu cabang yang berlokasi di Semarang Barat.

Soto Angkring Mas Boed ini didirikan oleh ayah saya karena awalnya beliau ingin terjun ke bisnis kuliner dan memiliki satu misi khusus, yaitu membuat rumah makan soto yang bisa menjadi ikon Kota Semarang,” jelas Nicko Setya Pambudhy, General Manager Soto Angkring Mas Boed dalam siaran pers, Kamis (13/1/2022)

Semangat besar tersebut dirawat secara terus menerus. Nicko menceritakan bahwa di awal usaha, kedua orangtuanya berjuang untuk bisa memperkenalkan warung tersebut ke orang banyak. Di era tanpa media sosial, promosi dilakukan dengan menempelkan selebaran di pohon-pohon dekat warung.

Setelah banyak yang mengicipi soto racikan tersebut, barulah nama warung Soto Angkring Mas Boed dikenal banyak orang. “Soto yang kami hadirkan rupanya juga cukup berbeda dari yang lain dan sangat digemari oleh pelanggan kami dari tahun ke tahun,” tambah Nicko.

Nicko mengungkapkan bahwa ada beberapa strategi bisnis yang terus diterapkan hingga saat ini. Salah satunya adalah konsistensi.

Nicko menjelaskan bahwa Soto Angkring Mas Boed tak pernah beralih ke bahan pokok yang lebih murah. Alasannya, untuk menjaga kualitas produk meskipun harga bahan pokok kerap mengalami kenaikan. Tak berhenti di situ, Nicko juga berupaya untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang diterima pelanggannya.

Pada era digital seperti sekarang, Nicko juga menjelaskan bahwa seorang pebisnis mesti bisa berinovasi dan beradaptasi dengan cepat. Nicko menuturkan bahwa inovasi dan adaptasi yang dilakukannya antara lain dengan menyediakan layanan wifi serta menerapkan konsep open space di warung keduanya.

Nicko juga aktif mempromosikan warungnya melalui media sosial. Untuk memudahkan generasi milenial yang lebih akrab dengan teknologi digital, Nicko juga menyediakan layanan pembayaran digital lengkap dengan berbagai promo yang menarik. “Setiap bisnis pasti akan mengalami naik turunnya performa bisnis. Namun, saya percaya beberapa strategi tersebut dapat membantu suatu bisnis untuk bertahan dan berkembang,” ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng kuliner

Sumber : Siaran Pers

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top