Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkab Magelang Dorong Anak Muda Jadi Petani Milenial

Dibandingkan sektor pariwisata, pertanian menjadi sektor yang lebih tangguh dalam menghadapi ketidakpastian dunia usaha. Termasuk saat pandemi Covid-19.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  21:46 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berdialog dengan petani bawang asal Magelang, Fathul Hakim, saat memberikan orasi ilmiah pada acara Dies Natalis ke-60 Universitas Diponegoro (Undip), di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/10). - ANTARA/R. Rekotomo
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berdialog dengan petani bawang asal Magelang, Fathul Hakim, saat memberikan orasi ilmiah pada acara Dies Natalis ke-60 Universitas Diponegoro (Undip), di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/10). - ANTARA/R. Rekotomo

Bisnis.com, MAGELANG – Sektor pertanian di Kabupaten Magelang masih sangat menjanjikan. Terlebih di tengah ketidakpastian dunia usaha, salah satunya akibat pandemi Covid-19. Karena itu, kehadiran sosok petani milenial sangat ditunggu sebagai bentuk regenerasi. 

“Pertanian merupakan sektor yang paling tangguh menghadapi situasi pandemi sekarang ini. Jadi itu masih menjadi andalan dan ternyata kalau kita lihat statistiknya masih sangat baik,” jelas Iwan Sutiarso, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Selasa (18/1/2022).

Iwan mengungkapkan bahwa Kabupaten Magelang masih menyimpan potensi pertanian yang cukup baik. Namun, masih diperlukan perhatian untuk bisa mengembangkan sektor usaha tersebut. Salah satu yang cukup penting untuk dilakukan adalah regenerasi petani.

“Sekarang petani ada yang usianya sudah lebih dari 50 tahun. Padahal, kita butuh regenerasi. Sehingga bisa menumbuhkan petani milenial dengan pendekatan yang ada. Artinya, mereka [petani milenial] sekarang dengan cara yang lebih modern, menjual juga dengan digital,” jelas Iwan dalam acara Focus Group Discussion secara daring yang digelar Harian Jogja, Jaringan Informasi Bisnis Indonesia.

Tak hanya sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Magelang juga bakal memberikan perhatian khusus pada dua sektor usaha lain yang cukup vital bagi perekonomian daerah tersebut. Selain Industri Kecil dan Menengah (IKM), pengembangan sektor pariwisata juga menjadi prioritas.

“Sebetulnya kita berharap pariwisata ini bisa menjadi penghubung dari sektor-sektor yang ada. Sektor pertanian dihubungkan dengan pariwisata menjadi industri edu-wisata berbasis pertanian. Kemudian misalnya industri, dihubungkan dengan pariwisata,” jelas Iwan.

Sayangnya, ketiga sektor unggulan tersebut ikut terdampak pandemi Covid-19. Terlebih pada sektor pariwisata yang jauh lebih dulu terdampak.

Menurutnya, siapapun belum pernah mengalami situasi seperti ini. Karena itu, dia meminta semua harus mampu untuk beradaptasi dengan kondisi yang berubah sangat cepat. Kondisi dimana pandemi yang sulit sekali untuk diprediksi. 

Iwan juga menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelum pandemi, kondisi perekonomian di Kabupaten Magelang bisa dibilang cukup moncer.

“Dari tahun 2016-2019, untuk gambaran, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Magelang relatif stabil di angka 5,28-5,50 persen. Dengan rata-rata 5,37 persen. Lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional di 5,10 persen dan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dengan rata-rata 5,32 persen,” jelasnya.

Untuk mendorong pemulihan, Iwan mengungkapkan bahwa ada tiga kata kunci yang perlu diperhatikan. Kata kunci tersebut antara lain adaptasi, kolaborasi, serta inovasi.

Dengan demikian, saat nanti ada masa yang lebih baik mereka bisa siap. Karena apapun sumber daya manusia ini menjadi penting.

"Oleh karena itu kita lakukan bimbingan teknis, pelatihan, supaya sumber daya di bidang apapun, pertanian, pariwisata, mampu menghadapi [perubahan],” jelasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian magelang pandemi corona petani milenial
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top