Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presidensi G20 Indonesia, BI Bahas Upaya Pulih dari Pandemi Covid-19

Bank Indonesia menggelar Public Lecture G20 secara serentak di tiga kota besar yakni, Medan, Makassar, dan Semarang.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 21 Maret 2022  |  18:50 WIB
Teguh Hadi Prayitno Ketua Bidang Komunikasi Strategis ISEI Semarang (dari kiri), Anung Herlianto Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Peni Rahayu Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Alimuddin Rizal Rivai Sekretaris Umum ISEI Cabang Semarang, serta Harry Nuryanto Ketua Umum Kadin Jateng.
Teguh Hadi Prayitno Ketua Bidang Komunikasi Strategis ISEI Semarang (dari kiri), Anung Herlianto Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Peni Rahayu Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Alimuddin Rizal Rivai Sekretaris Umum ISEI Cabang Semarang, serta Harry Nuryanto Ketua Umum Kadin Jateng.

Bisnis.com, SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi Jawa Tengah menggelar Public Lecture G20 dengan tema ‘Exit Strategy & addressing Scarring Effect: Bangkit, Tumbuh, dan Pulih Pasca Pandemi’. Acara tersebut digelar Bank Indonesia secara serentak di tiga kota besar yaitu Semarang, Medan, dan Makassar, pada Senin (21/3/2022).

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memberikan sejumlah paparan kepada peserta yang hadir baik secara virtual ataupun langsung. Perry menyampaikan enam agenda prioritas jalur keuangan yang bakal dilakukan Indonesia dalam presidensi G20. 

Keenam agenda tersebut antara lain normalisasi kebijakan negara maju, mengatasi luka memar atau scarring effect dari pandemi Covid-19 terhadap sektor usaha, cross border payment system, pengembangan ekonomi hijau, inklusi ekonomi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan perempuan, serta sistem perpajakan internasional. 

“Dua tahun lebih kita berjuang dengan Covid-19 dan Alhamdulillah kita bisa mengatasi Covid-19 dan insyaallah kita akan menuju kepada pemulihan. Tetapi jalan untuk menuju ke pemulihan tidaklah selalu mudah. Untuk itu marilah kita terus bersinergi, berkolaborasi, secara nasional, daerah, dan secara global untuk bagaimana kita pulih bersama dan semakin kuat bersama,” jelas Perry. 

Terkait scarring effect akibat pandemi Covid-19, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung, menyampaikan sejumlah upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dampak tersebut. Menurut Juda, ada dua risiko utama yang perlu dihadapi, yaitu risiko akibat exit strategy serta risiko gangguan supply dan demand.

Juda mengungkapkan bahwa diperlukan langkah yang hati-hati dan bijaksana untuk mengantisipasi dua risiko tersebut. Di satu sisi, upaya pemulihan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Namun demikian, pemulihan juga tak boleh terlalu terlambat untuk dilakukan. “Gangguan tersebut jika tidak kita tangani dengan baik dan tepat waktu akan terus menimbulkan luka memar atau scars, pada perekonomian,” jelasnya. 

Selain menggelar sesi diskusi, dalam acara yang berlangsung di Gumaya Tower Hotel tersebut juga dipamerkan sejumlah produk unggulan dari UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, berharap agar upaya penguatan UMKM tersebut dapat mendukung sekaligus mengakselerasi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bi jateng G20 Indonesia
Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top