Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Layanan Antigen di Lima Stasiun Daop 4 Semarang Ditutup

Penutupan layanan tersebut dilakukan karena minimnya calon penumpang yang minta tes antigen.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Maret 2022  |  09:25 WIB
Layanan Antigen di Lima Stasiun Daop 4 Semarang Ditutup
Ilustrasi. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis.com, SEMARANG - PT KAI menutup layanan tes usap antigen di lima stasiun yang berada di Daop 4 Semarang, menyusul penghapusan syarat tes tersebut untuk melakukan perjalanan dengan kereta api.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro dalam siaran pers di Semarang, Selasa (29/3/2022), mengatakan, penutupan layanan tersebut dilakukan karena minimnya calon penumpang yang minta tes antigen

Layanan tes antigennya yang ditutup itu antara lain Stasiun Semarang Poncol, Ngrombo, Pemalang, Cepu dan Weleri.

"Setelah ada SE Menhub Nomor 25 tahun 2022, hanya sekitar 15 hingga 30 orang yang dilayani per hari," katanya. Padahal sebelumnya, lanjut dia, layanan tes antigen tersebut melayani sekitar 200 hingga 600 orang per hari.

Sementara untuk membantu calon penumpang yang memang masih membutuhkan layanan tes antigen karena belum memenuhi syarat vaksinasi terdapat klinik, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya yang berada di sekitar kelima stasiun tersebut.

Adapun stasiun yang hingga saat ini masih membuka layanan tes antigen bagi calon penumpang tinggal menyisakan Stasiun Semarang Tawang, Tegal, dan Pekalongan.

Ia menambahkan KAI memastikan penerapan protokol kesehatan dalam setiap perjalanan kereta api. Dan calon penumpang yang tidak memenuhi persyaratan tetap tidak akan diizinkan untuk melakukan perjalanan dengan kereta api.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng kereta api

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top