Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fakta Baru Kematian Anak DPRD Kebumen di Jogja, Disebut Bukan Korban Klitih

Remaja 18 tahun bernama Daffa Adzin Albasith meninggal dunia pada Minggu (3/4/2022) setelah menjadi korban sabetan kelompok yang diduga klitih.
Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati - Bisnis.com 06 April 2022  |  11:48 WIB
Tugu Yogyakarta - webtempatwisata.com
Tugu Yogyakarta - webtempatwisata.com

Bisnis.com, SOLO - Tagar #Jogjadaruratklitih kembali trending topik sejak Selasa (5/4/2022) karena kembali memakan korban.

Aksi klitih yang membahayakan pengguna jalanan Yogyakarta ini memakan korban pada Minggu (3/4/2022).

Diketahui, seorang remaja SMA menjadi korban klitih hingga meninggal dunia. Korban bernama Daffa Adzin Albasith (18) merupakan warga Kebumen yang ayahnya adalah seorang anggota DPRD kabupaten setempat.

Ia yang sekolah di Jogja, menjadi korban klitih saat melintas di Jalan Ring Road Selatan pada dini hari.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut sederet fakta kasus klitih yang menewaskan Daffa Adzin Albasith di Gedongkuning Jogja.

1. Bermula dari balapan dan bleyer knalpot

Melansir dari Harian Jogja, kematian Daffa bermula saat kelompok korban yang terdiri dari delapan orang dengan lima sepeda motor melakukan aksi balapan di Jalan Ring Road Selatan sekira pukul 01.00 dini hari.

Saat balapan, di jalur lambat ada kelompok lain yang diduga rombongan pelaku dengan jumlah lima orang dengan dua sepeda motor.

Kelompok pelaku pun merasa tersinggung dengan suara knalpot Daffa, yang kemudian membalas membleyer sepeda motornya.

2. Sempat mampir warmindo

Tidak dihiraukan, kelompok korban akhirnya melaju ke Jalan Imogiri dan berhenti di Warmindo Jalan Gedongkuning.

Sesampainya di Warmindo, sejumlah kelompok korban lantas memesan dan sebagian lainnya masih memarkirkan kendaraan.

Ternyata, kelompok pelaku berada di belakang motor korban dan kembali membleyerkan knalpot mereka.

3. Adu mulut

Tidak hanya membleyer ke kelompok korban, gerombolan pelaku juga meneriakkan kata-kata. Mendengar hal itu, kelompok korban terpicu untuk mengejar kelompok pelaku dengan empat sepeda motor lantaran tersinggung.

Setelah berteriak dengan kata kasar rombongan pelaku melaju ke arah utara di Jalan Gedongkuning. Kemudian sempat berhenti di area kantor Kelurahan Banguntapan dan kemudian berbalik arah untuk menunggu para rombongan korban.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jogjakarta jogja Klitih
Sumber : Harian Jogja
Editor : Restu Wahyuning Asih

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top