Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Sapi di Mojosongo Boyolali Positif Penyakit Mulut dan Kuku

Sepuluh sapi milik salah satu peternak di daerah Singosari, Mojosongo, Kabupaten Boyolali, terkonfirmasi positif terkena penyakit mulut dan kuku atau PMK.
Nimatul Faizah
Nimatul Faizah - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  15:56 WIB
Peternak menggembalakan sapi di Desa Ngeluk, Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (6/2). - ANTARA/Aji Styawan
Peternak menggembalakan sapi di Desa Ngeluk, Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (6/2). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, BOYOLALI – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali mengonfirmasi sepuluh sapi milik salah satu peternak di daerah Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, positif terkena penyakit mulut dan kuku atau PMK.

“Pada Sabtu, 7 Mei 2022, salah satu peternak melapor ke Puskeswan [Pusat Kesehatan Hewan] Mojosongo, kalau sapinya yang satu pekan sebelum Lebaran dibeli dari daerah Pracimantoro, ada dua yang menunjukkan gejala klinis PMK,” kata Kepala Disnakkan Boyolali Lusia Dyah Suciati, Selasa (10/5/2022).

Lusi mengungkapkan pada hari yang sama, Puskeswan Mojosongo bersama dokter hewan dari Disnakkan Boyolali langsung memberikan suntikan. Kemudian, pada Minggu (8/5/2022), sebanyak 15 sapi dalam satu kandang telah menunjukkan gejala klinis penyakit mulut dan kuku.

Pada hari itu juga, Lusi mengatakan Disnakkan Boyolali bersama dengan Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta dan Lab Provinsi langsung mengambil 10 sampel sekaligus melanjutkan penanganan penyuntikan.

“Hasilnya sudah keluar [Senin] malam, hasilnya semuanya dinyatakan positif [PMK],” kata Lusi.

Lebih lanjut, Lusi mengungkapkan Disnakkan Boyolali telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Singosari untuk untuk menyosialisasikan kepada warga terkait penyakit kuku dan mulut yang menyerang hewan ternak. Ia mengatakan hal tersebut penting karena ada sekitar 3.000 ekor sapi di Singosari.

“Kami imbau peternak untuk tidak tergiur dengan penawaran sapi dengan harga murah. Kebijakan di Jawa Timur telah menutup pasar hewan. Jadi kami mengajak masyarakat untuk tidak membeli sapi terutama di daerah pandemi, saat ini terbesar di Jawa Timur,” ucapnya.

Sementara itu, mengutip laman tanjungpriok.karantina.pertanian.go.id, penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit virus yang menyebabkan luka serta lecet pada kaki, mulut, dan puting hewan, dan sangat menular pada hewan berkuku belah/bercabang dua seperti sapi, babi, dan domba.

Diketahui, penyakit ini disebabkan oleh virus penyakit mulut dan kuku (VPMK) yang merupakan anggota dari genus aphthovirus dalam keluarga Picornaviridae. Ada tujuh serotipe utama VPMK: O, A, C, SAT 1, SAT 2, SAT 3 dan Asia 1. Serotipe O adalah serotipe yang paling umum di seluruh dunia.

Penyakit mulut dan kuku juga bisa disebarkan oleh kontak langsung, seperti ketika hewan sehat menyentuh, menggosok, atau menjilati hewan yang sakit. Virus ini dapat pula menyebar secara aerosol tergantung pada suhu lingkungan dan kelembaban. Hewan juga dapat terinfeksi dari makanan/pakan terkontaminasi atau melalui kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi (fomites).

-----

Berita ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Duh, 10 Sapi di Mojosongo Boyolali Positif Penyakit Mulut dan Kuku"

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sapi ternak pmk

Sumber : JIBI/Solopos.com

Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top