Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemulihan Ekonomi Jawa Tengah: Jateng Gayeng, UMKM Gayeng

Dalam hal pemberdayaan UMKM, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah punya program unggulan yakni UMKM Gayeng. 
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 30 Mei 2022  |  19:30 WIB
Pemulihan Ekonomi Jawa Tengah: Jateng Gayeng, UMKM Gayeng
Kepala KPw BI Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra (tengah) sedang memilih kain batik yang dipamerkan dalam acara UMKM Gayeng. - Foto: BI Jateng

Bisnis.com, SEMARANG — Bank Indonesia punya banyak strategi untuk bersinergi guna memulihkan ekonomi, khususnya setelah didera oleh dampak pandemi Covid-19. Di Jawa Tengah, sektor UMKM menjadi kunci. 

Ada banyak hal yang telah dan sedang terus diupayakan. Dalam hal pemberdayaan UMKM, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah punya program unggulan yakni UMKM Gayeng. 

Program UMKM Gayeng memiliki serangkaian kegiatan untuk mendukung UMKM Jateng agar naik kelas hingga menembus pasar ekspor. Acara yang digelar rutin sejak 2019 lalu tersebut berisi paket program kegiatan capacity building, kurasi UMKM, pameran, business matching dan berbagai kegiatan pendukung lainnya. 

Pada tahun ini, UMKM Gayeng bahkan digelar di dua benua yaitu di Asia dan Eropa. Pusat acara berlangsung di Kota Semarang pada 19-24 April 2022. Pada periode yang hampir bersamaan, pameran juga digelar di Suntec City Mall Singapura dan Antwerp Belgia. 

Pameran juga dilaksanakan secara virtual, sehingga bisa diakses dari mana saja dan kapan saja. 

Sebagai program unggulan di KPwBI Provinsi Jawa Tengah, acara ini digarap sangat serius dengan melibatkan berbagai stakeholder dari kalangan pemerintah daerah, otoritas terkait, dan para mitra. Khusus tahun ini, UMKM Gayeng mengusung tema "Go Grande, Go Green, Sustainable, Digitala, Export", untuk menyesuaikan dengan fokus agenda presidensi G20. 

Rahmat Dwisaputra, Kepala KPw BI Provinsi Jawa Tengah, mengatakan bahwa ada serangkaian proses panjang dalam menjalankan program UMKM Gayeng. Pertama adalah proses seleksi dan kurasi. Dari total 1.171 UMKM yang mendaftar, terpilih 152 UMKM yang dinyatakan lolos dan berkesempatan mengikuti pameran, sekaligus mendapatkan pembinaan dan pelatihan. 

“Sebanyak 152 UMKM yang lolos kurasi didorong untuk bisa mengadopsi konsep digital ke dalam proses bisnisnya,” ujarnya saat membuka acara UMKM Gayeng, beberapa waktu lalu. 

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa momentum digitalisasi harus dapat dimanfaatkan UMKM untuk dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga pasar global. 

“Media sosial dan platform digital global dapat menjadi sarana bagi UMKM, terutama yang berorientasi ekspor, untuk mengembangkan pasar,” ujarnya. 

AKSES PEMBIAYAAN 

Program pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh Bank Indonesia, bekerja sama dengan stakeholder lainnya, terbukti membuat sektor ini berdaya. Geliat UMKM di Jateng di antaranya terlihat dari derasnya penyaluran kredit ke sektor ini. Semakin kuatnya intermediasi, menandakan aktivitas ekonomi yang bergerak. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke segmen UMKM di wilayah Jawa Tengah konsisten menduduki peringkat tertinggi nasional sejak 2016. 

Pada 2021, penyaluran KUR ke segmen nasabah UMKM di Jateng mencapai Rp42 triliun, yang berkontribusi 45 persen terhadap total kredit perbankan di Jateng. Total penyaluran KUR di Jateng setara dengan 18 persen total penyaluran KUR secara nasional. 

Di Jawa Tengah, setidaknya ada 4 juta pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha. Ada jutaan tenaga kerja yang bergantung hidup kepada mereka. Sinergi antarlembaga dibutuhkan untuk membantu UMKM kian berdaya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bi jateng
Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top