Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Stunting dan BBLR, Ibu Hamil di Solo Dapat Bantuan 12.000 Botol Vitamin

Ibu hamil perlu menjaga asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama kehamilan untuk mencegah kelahiran bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 10 Juni 2022  |  17:58 WIB
Ilustrasi - Ibu hamil - Antara
Ilustrasi - Ibu hamil - Antara

Bisnis.com, SEMARANG – Tak sedikit bayi di Jawa Tengah yang lahir dengan kondisi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat, terdapat 17,59 persen kasus bayi BBLR yang lahir dengan berat kurang dari 2,5 kilogram di Kota Solo.

 

“Kasus BBLR menjadi perhatian kita bersama untuk bisa memberikan edukasi kepada para ibu hamil, khususnya di Kota Solo. [Selain karena lahir prematur] kasus BBLR seringkali disebabkan karena kurangnya asupan mikronutrien yang dibutuhkan ibu hamil, salah satunya DHA,” jelas Reni Andri Lestari, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surakarta, dikutip Jumat (10/6/2022).

 

Reni pun menjelaskan, selain DHA, ada beberapa mikronutrien yang perlu untuk dikonsumsi ibu hamil untuk mencegah BBLR. Beberapa di antaranya adalah zat besi, asam folat, kalsium, vitamin B12, dan zinc.

 

Sementara itu, penting untuk diketahui bahwa ada sejumlah bahaya yang mengintai bayi dengan kondisi BBLR. Misalnya peningkatan risiko kematian hingga 20 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan bayi normal. Bayi BBLR juga berpeluang untuk mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan kognitif, serta penyakit kronis saat dewasa. Dari data BPS Provinsi Jawa Tengah, 1 dari 10 perempuan Jawa Tengah baik di perkotaan maupun perdesaan pernah melahirkan dengan berat bayi di bawah 2,5 kilogram.

 

Di sisi lain, Kota Solo juga masih berupaya menangani kasus stunting. Selvi Ananda Gibran, Ketua TP PKK Kota Surakarta, menyebut masih ada 800 kasus stunting di Kota Solo.

“Target kita bisa menurunkan tiga persen setiap tahun. Ini memang berat, tapi kita gandeng banyak pihak untuk mendukung. Karena tidak hanya sekadar sosialisasi dan edukasi saja, tapi juga harus diberikan bantuan vitamin dan makanan sehat,” jelasnya.

 

Untuk itu, Pemerintah Kota Solo pun menggandeng Kalbe Blackmores Nutrition menjadi salah satu mitra dalam mengatasi BBLR dan stunting. Bersama Food Cycle Indonesia dan Yayasan Gita Pertiwi, Blackmores menghadirkan program Blackmores Peduli Nutrisi Bunda di Kota Solo.

Dalam program tersebut, Blackmores memberikan bantuan 12.000 botol vitamin kepada 2.000 ibu hamil dan menyusui yang kurang mampu di Kota Solo. Program Blackmores Peduli Nutrisi Bunda tersebut telah berjalan sejak April lalu dan akan terus berlangsung hingga September nanti.

 

Tiffany Pratiwi Suwandi, Senior Brand Manager Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold, menyebut produk yang disalurkan itu mengandung sejumlah nutrisi esensial yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien bagi ibu hamil.

“Minyak ikan yang terkandung di dalam suplemen ini juga merupakan sumber DHA yang sangat baik untuk perkembangan otak dan kongnitif si kecil, mulai dari hamil hingga menyusui,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan jawa tengah stunting bayi
Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top