Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Maret 2022, Persentase Penduduk Miskin di DIY Lampaui Angka Nasional

Perkembangan angka kemiskinan di DI Yogyakarta memang tengah mengalami penurunan. Pada September 2020, persentase penduduk miskin berada di angka 12,80 persen. Angka itu tak bergerak hingga Maret 2021. Baru pada September 2021, terjadi penurunan hingga di 11,91 persen.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 15 Juli 2022  |  23:37 WIB
Maret 2022, Persentase Penduduk Miskin di DIY Lampaui Angka Nasional
Pengendara melintas di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Jumat (10/6/2021). - Antara/Hendra Nurdiyansyah
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG –  Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei angka kemiskinan pada Maret 2022 lalu.

Di wilayah DI Yogyakarta, persentase penduduk miskin pada periode tersebut dilaporkan mengalami penurunan sebesar 0,57 persen dibandingkan September 2021. Kini angkanya berada di 11,34 persen, jauh di atas angka nasional di 9,54 persen.

“Memang kita melihat bahwa tingkat kemiskinan di DI Yogyakarta masih lebih tinggi dibandingkan tingkat kemiskinan secara nasional. Tetapi, perbandingan ini kalau kita melihat pergerakannya maka terlihat penurunan kemiskinan di DI Yogyakarta lebih cepat dibanding penurunan kemiskinan secara nasional,” jelas Sugeng Arianto, Kepala BPS DI Yogyakarta, Jumat (15/7/2022).

Perkembangan angka kemiskinan di DI Yogyakarta memang tengah mengalami penurunan. Pada September 2020, persentase penduduk miskin berada di angka 12,80 persen. Angka itu tak bergerak hingga Maret 2021. Baru pada September 2021, terjadi penurunan hingga di 11,91 persen.

Dilihat dari daerah tempat tinggalnya, penduduk miskin di DI Yogyakarta masih didominasi oleh masyarakat perkotaan. Persentasenya pada Maret 2022 berada di angka 13,65 persen. Sementara di pedesaan, persentase penduduk miskin berkisar di angka 10 persen.

Sementara itu, berdasarkan kriteria Bank Dunia, distribusi pengeluaran penduduk Q1 di perkotaan selama enam bulan terakhir mengalami peningkatan sebesar 0,01 persen. Dimana di pedesaan, pada kategori yang sama dilaporkan mengalami penurunan 0,36 persen.

“Kita melihat misalnya pada kondisi Maret 2022 dibandingkan dengan September 2021 untuk di perkotaan itu mereka yang berada pada Q1 mengalami kenaikan tipis dari 6,29 persen menjadi 6,30 persen. Sementara yang Q2 naik dari 9,12 persen menjadi 9,24 persen,” jelas Sugeng. 

Sugeng juga menjelaskan bahwa Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di perkotaan dan pedesaan pada periode Maret 2021 – September 2021 mengalami penurunan 0,048 persen. Namun demikian, jika dilihat per kategori, angka P1 di pedesaan mengalami kenaikan dimana pada September 2021 angkanya di 2,108 persen sementara pada Maret 2022 angkanya menjadi 2,253 persen. “Tetapi kalau kita bandingkan secara year-on-year, Maret 2022 dibanding 2021 di pedesaan ini masih membaik,” tambahnya.

BPS juga mencatat Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di perkotaan maupun pedesaan DI Yogyakarta mengalami penurunan 0,024 persen pada Maret 2022 dibandingkan September 2021. Oleh karena itu, Sugeng menyimpulkan bahwa secara umum indikator kemiskinan di DI Yogyakarta sudah menunjukkan perbaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemiskinan yogyakarta BPS
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top