Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Strategi Jateng Tangkal Intoleransi Lewat Sekolah Damai

70 sekolah tingkat menengah atas di Jawa Tengah akan berpartisipasi dalam program Sekolah Damai 2022.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 24 Oktober 2022  |  18:39 WIB
Strategi Jateng Tangkal Intoleransi Lewat Sekolah Damai
Ilustrasi: Pembelajaran tatap muka di sekolah. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Wahid Foundation untuk mencegah tindakan intoleransi dan kekerasan di lingkungan sekolah. Kerja sama tersebut terwujud dalam program Sekolah Damai yang bakal kembali digelar pada tahun 2022 ini.

"Tujuan dari Sekolah Damai itu bukan membuat sekolah baru, tapi memperkuat sekolah yang ada dengan mengembangkan budaya damai melalui kebijakan dan praktik toleransi dengan melibatkan warga sekolah secara partisipatif, kolaboratif, dan kreatif," jelas Direktur Eksekutif Wahid Foundation, Mujtaba Hamdi, di Surakarta pada Senin (24/10/2022).

Mujtaba menjelaskan bahwa ada 70 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bakal dilibatkan dalam program tersebut. Sekolah-sekolah itu berasal dari tiap kabupaten dan kota di wilayah Jawa Tengah.

Melalui program Sekolah Damai, Mujtaba menjelaskan bahwa upaya untuk menjaga keberagaman di lingkungan sekolah bakal berfokus pada tiga pilar. Pertama, secara kebijakan. Dimana sistem peringatan dini bakal disiapkan untuk mencegah kasus intoleransi di sekolah. "Sehingga sebelum ada peristiwa yang terjadi, sudah ada tanda yang diketahui lebih dulu," katanya.

Pilar kedua adalah pilar toleransi dan perdamaian. Mujtaba menyebut diperlukan interaksi damai antar siswa dan seluruh warga sekolah untuk bisa mewujudkan pilar tersebut. Tak hanya itu, ruang publik yang inklusif juga diperlukan untuk bisa menciptakan masyarakat yang lebih menghargai perbedaan.

"Pilar ketiga ini adalah pilar pengelolaan organisasi siswa. Ini penting sekali, untuk kita kuatkan bagaimana siswa kita perkuat pola kepemimpinannya sejak di tingkat menengah," jelas Mujtaba.

Menurut Mujtaba, langkah tersebut penting untuk bisa menguatkan nilai-nilai toleransi dalam benak pelajar di Jawa Tengah. harapannya, nilai inklusif dan perdamaian bisa terus berlanjut hingga pelajar tersebut naik ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. "Ketika mereka menjadi pemimpin juga menjalankan praktik nilai toleran dan inklusif," tambahnya.

Wahid Foundation bakal menyiapkan modul khusus untuk menjalankan program Sekolah Damai tersebut. Diharapkan, semangat tersebut tak cuma muncul di 70 SMA dan SMK di Jawa Tengah. Namun juga bisa menular ke sekolah-sekolah lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan
Editor : Farodlilah Muqoddam
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top