Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapal Gas Attaka Membelah Lautan Salurkan Energi Sampai Pelosok Negeri

Kapal Gas Attaka membawa muatan 1.700 metrik ton gas selama berlayar yang dibagi menjadi dua tangki besar dengan kapasitas masing-masing 850 metrik ton.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 02 November 2022  |  15:49 WIB
Kapal Gas Attaka Membelah Lautan Salurkan Energi Sampai Pelosok Negeri
Kapal Gas Attaka milik Pertamina International Shipping (PIS) saat melepas jangkar di luar dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (28/10/2022). - Bisnis/Alif N. Rizqi
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG — Pendistribusian gas elpiji untuk menjangkau seluruh wilayah memiliki berbagai macam tantangan yang harus dilewati untuk menyalurkan energi sampai ke pelosok negeri.

Tugas itu saat ini diemban oleh seluruh kru Kapal Gas Attaka yang memiliki misi khusus membawa gas elpiji dari Tanjung Sekong di Pelabuhan Merak menuju ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Kapal Gas Attaka membawa muatan 1.700 metrik ton gas selama berlayar yang dibagi menjadi dua tangki besar dengan kapasitas masing-masing 850 metrik ton.

Kendati kerap menghadapi berbagai kondisi maupun tantangan di laut, Kapal Gas Attaka tidak pernah berhenti berlayar mengarungi lautan demi memasok kebutuhan gas elpiji untuk masyarakat Jawa tengah.

Direktur Armada Pertamina Internasional Shipping Muhammad Irfan Zainul Fikri menjelaskan bahwa Kapal Gas Attaka butuh waktu 10 jam perjalanan laut untuk membawa muatan gas dari Tanjung Sekong ke Semarang.

Kapal Gas Attaka bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas lalu melakukan bongkar muatan ke beberapa tangki penampungan gas. Usai dari penampungan gas, sudah banyak truk tangki yang menunggu untuk menyalurkan gas elpiji ke berbagai SPBE di Jawa Tengah.

"Truk tangki yang sudah sampai ke SPBE akan melakukan bongkar muatan kemudian dibagikan ke dalam berbagai macam ukuran tabung gas elpiji mulai dari 3 kilogram sampai 12 kilogram," kata Irfan, belum lama ini.

Menurutnya, untuk pendistribusian gas setiap daerah berbeda-beda tergantung dengan permintaan setiap kota. Ia mencontohkan di Kota Semarang permintaan gas 5.000 meter kubik maka akan dikirim seusai dengan pesanan.

Lebih lanjut Irfan menjelaskan, Kapal Gas Attaka nantinya akan merapat selama 4 hari di Pelabuhan Dalam (Peldam) Tanjung Emas Semarang guna menurunkan muatan.

“Kapal ini memuat Propana dan Butana dan nanti ada yang namanya mixing facilies di darat. Ada tangki khusus yang mencampur Propana dan Butana, tentu ada komposisinya,” katanya.

kru Kapal Gas Attaka

Sementara itu, Chief Officer Kapal Gas Attaka Immanuel Pandiangan menjelaskan bahwa seluruh kru kapal memiliki komitmen tinggi untuk melaksanakan tugas dengan sepenuh hati dalam menyalurkan energi ke pelosok negeri.

Hal ini dibuktikan dengan selama bertugas di Kapal Gas Attaka pihaknya tidak pernah turun dari kapal selama 5 bulan. Menurutnya seorang Chief Officer bertanggungjawab penuh atas muatan kargo. Selain itu perhitungan muatan dilakukan dengan sangat presisi jangan sampai ada kesalahan sedikitpun selama perjalanan dari Tanjung Sekong ke Semarang.

Pria yang sudah 15 tahun berlayar itupun membagikan kisah selama bekerja di Kapal Gas Attaka seperti tantangan melakukan bongkar muat maupun selama pengiriman gas.

"Kapal kita ini kan besi di atas air ya, jadi kalau kita bisa mengaturnya dengan kargonya kita setorkan setengah-setengah dulu agar tidak terjadi pendongakan atau kemiringan," katanya.

Kapal Gas Attaka menempuh waktu satu minggu dalam melakukan perjalanan pergi pulang dari Semarang menuju Tanjung Sekong.

Kendala utama yang sering dihadapi yakni cuaca buruk. Kendati demikian dengan kru yang sudah berpengalaman dan SDM yang mumpuni kendala tersebut dapat dilewati sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

"Kebetulan kalau saya kerja di milik PIS tidak ada kendala ya. Semua kapalnya masih bagus. Alat-alatnya dirawat secara daily, mostly jadi itu terpantau. Ada waktu rest hournya juga, kami jalankan. Barang-barangnya kalau diganti, pas diganti jadi untuk kendala secara teknis tidak ada, kendalanya yang paling cuaca saja," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina
Editor : Farodlilah Muqoddam
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top