Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Boyolali Klaim Sudah Nol Kasus Penyakit Mulut dan Kuku

Lima pasar hewan di Boyolali sudah kembali dibuka untuk semua pedagang, baik lokal maupun dari luar daerah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 November 2022  |  14:23 WIB
Boyolali Klaim Sudah Nol Kasus Penyakit Mulut dan Kuku
Sejumlah pedagang dan pembeli bertransaksi sapi di Pasar Hewan Kliwonan, Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (15/1/2019). - Antara/Aditya Pradana Putra
Bagikan

Bisnis.com, BOYOLALI - Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali Lusia Dyah Suciati menyebutkan kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah ini sudah nihil atau nol kasus.

"Kami memantau kasus aktif PMK secara laporan sudah tidak ada atau nol dan hewan ternak yang suspek yang dinyatakan sembuh sebanyak 5.634 ekor," kata Lusia Dyah Suciati di Boyolali, Rabu (30/11/2022).

Menurut Lusia, lima pasar hewan di Boyolali sudah kembali dibuka untuk semua pedagang, baik lokal maupun dari luar daerah. Lima pasar hewan itu. yakni Pasar Hewan Jelok Cepogo, Pasar Hewan Purworejo Nogosari, Pasar Hewan Simo, Pasar Hewan Ampel, dan Pasar Hewan Karanggede.

Namun, menurut Lusia, hewan ternak sapi yang pernah terjangkit PMK atau masih bersifat carrier karena membawa virus, tetap dilakukan pemantauan khusus hingga hewan betul-betul sehat.

Sejak ditemukan kasus PMK di Boyolali dari hasil tracing 12.008 ekor, ternak dinyatakan suspek sebanyak 5.845 ekor, positif PMK 32 ekor, mati 112 ekor, potong paksa 14 ekor, dijual 121 ekor, sudah dinyatakan sembuh 5.634 ekor dan sisa kasus aktif sudah nol atau tidak ada laporan.

Disnakkan Boyolali tetap mengimbau peternak untuk menjaga kebersihan lingkungan kandang dan hewan ternak yang mempunyai gejala terjangkit PMK segera diisolasi dan tidak boleh dibawa ke pasar hewan. Setelah itu, segera melaporkan ke petugas Disnakkan terdekat.

Selain itu, Disnakkan juga terus melakukan vaksinasi sebagai langkah pencegahan penularan hewan ternak dari PMK dari kandang ke kandang peternak di Boyolali.

"Kami masih proses vaksinasi, revaksinasi, dan sampai pada vaksin penguat (booster) kepada hewan ternak untuk menjaga kekebalan kesehatan sapi," katanya.

Disnakkan saat ini juga melakukan pemantauan secara terus-menerus untuk mengetahui kekebalan hewan pasca PMK dan usai vaksinasi juga untuk perkembangan status selanjutnya.

Saat ini, hewan ternak yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama di Boyolali bertambah 2.253 ekor, sehingga total sudah mencapai 39.639 ekor.

Penanganan PMK juga dilakukan melalui pemasangan penandaan identitas atau ear tag pada hewan ternak di Boyolali. Penandaan dengan menggunakan ear tag barcode ini untuk mengetahui identitas hewan ternak baik populasinya, kondisi kesehatan dan pemilik.

"Jika dengan memindai (scan) akan keluar informasi tentang identitas dan kesehatan hewan termasuk vaksinasi. Jumlah ternak sapi yang sudah dipasang ear tag atau penandaan sudah mencapai 46.354 ekor," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peternakan sapi jateng boyolali

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top