Tambak Udang Modern di Kebumen Bakal Diperluas

Tambak ini menerapkan konsep tambak ramah lingkungan, dengan peningkatan teknologi seperti penerapan tandon, saluran inlet dan outlet terpisah, IPAL dsb.
Presiden RI Joko Widodo meresmikan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Kamis (9/3/2023)./Istimewa.
Presiden RI Joko Widodo meresmikan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Kamis (9/3/2023)./Istimewa.

Bisnis.com, KEBUMEN - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan tambak budi daya udang berbasis kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah memberdayakan dan menyerap tenaga kerja sekitar sehingga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Syaratnya adalah yang bekerja di sini treatmentnya sebagai pegawai dan itu 100 persen harus dari sekeliling masyarakat ini dan saya minta Pak TB untuk ikut dididik, dilatih sedemikian rupa, untuk kemudian dia bisa mendapat manfaat dari ekonomi yang kita bentuk ini," ujar Trenggono saat ditemui di kawasan tambak BUBK Kebumen, Jumat (9/3/2023).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) TB Haeru Rahayu mengatakan terdapat 152 orang di tambak modern yang merupakan warga sekitar ditambah 12 orang merupakan karyawan KKP atau total 164 pekerja.

"Yang 12 ini dari tempat kita karena kan spesifik untuk tugasnya. Karena masih dikelola dengan unit pengelola teknis (UPT) kita, tapi itu yang 152 dari tiga desa Tegalwetno, Jokosimo, dan Karang Gadung, dua kecamatan," ujar Tebe.

Pekerja turut diberikan fasilitas, seperti BPJS Ketenagakerjaan, sementara untuk BPJS Kesehatan pihaknya tengah berkoordinasi dengan kepala dinas setempat terkait fasilitas tersebut. Ke depan, lanjut dia, seiring dengan rencana pengembangan lokasi seluas 40 hektare bakal diserap lagi tenaga kerja masyarakat sekitar.

"Kita kan 60 hektare (luas tambak saat ini), sisanya 40 hektare, paling tidak sekitar 40-50 tenaga kerja lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan tambak BUBK di Kebumen, Jawa Tengah, dengan luas tambak budi daya udang mencapai 60 hektare. Setiap satu hektare tambak dapat menghasilkan 40 ton udang. Biaya membangun tambak tersebut mencapai Rp175 miliar.

Presiden mengatakan tambak budi daya udang di Kabupaten Kebumen telah memiliki manajemen modern dapat menjadi contoh penerapan usaha budi daya produk perikanan di daerah lain.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Kamis (9/3/2023). Tambak seluas 60 hektare tersebut nantinya menjadi percontohan penerapan budi daya produk perikanan dengan manajemen modern.

Ganjar menuturkan pembangunan tambak yang berada di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan itu dikelola dengan manajemen yang modern. "Ya, karena dikelola dengan sangat modern dan hasilnya sangat bagus," imbuhnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut pembangunan tambak budi daya udang berbasis kawasan di Kebumen sekaligus untuk mencapai target produksi udang nasional 2 juta ton pada 2024. Sehingga Indonesia berkontribusi lebih banyak lagi pada kebutuhan pasar udang dunia yang nilainya mencapai US$ 28,3 miliar pada tahun 2021.

Tambak ini menerapkan konsep tambak ramah lingkungan, dengan peningkatan teknologi seperti penerapan tandon, saluran inlet dan outlet terpisah, penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), peningkatan padat tebar, pengaturan petak pemeliharaan, mekanisasi seperti kincir dan pompa, serta manajemen kesehatan ikan dan udang. (k28)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara dan Bisnis
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper