Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Larangan Bukber ASN Tekan Omzet Hotel, Restoran, dan Kafe di Sleman

Sebelum pandemi, hotel di Kabupaten Sleman bisa melayani pesanan buka bersama dari ratusan orang.
Ilustrasi buka bersama./Istimewa.
Ilustrasi buka bersama./Istimewa.

Bisnis.com, SALATIGA — Larangan untuk menyelenggarakan agenda buka bersama bagi aparatur sipil negara (ASN) telah berdampak negatif bagi kinerja sektor usaha hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

"Itu merupakan kendala atau halangan dari pengelola hotel dan restoran saat ini " kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sleman, Joko Paromo, melalui sambungan telepon, Senin (10/4/2023).

Joko mengungkapkan bahwa meskipun pemerintah telah mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara penuh pada Ramadan tahun ini, namun pengusaha Horeka tak banyak merasakan dampak positif.

"Agenda buka bersama di tahun-tahun sebelum Covid-19 itu luar biasa. Hampir per hari rata-rata hotel besar bisa 700 orang yang reservari buka bersama, yang kecil 200-300 orang sudah hal biasa," jelas Joko.

Tak cuma penurunan omzet dari pesanan buka bersama, Joko menyebut PHRI Kabupaten Sleman juga mencatat penurunan permintaan kamar. "Menjelang Lebaran masih agak loyo permintaan kamar ini. Peningkatan dimungkinkan sekitar 1 hari menjelang Lebaran, itu akan puncak, mencapai sekitar 65 persen," jelas Joko kepada Bisnis.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Februari 2023 ada 4.849 wisatawan mancanegara (Wisman) yang masuk ke wilayah DI Yogyakarta. Dari jumlah tersebut, 5.330 Wisman menginap di hotel.

Untuk okupansi atau Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di DI Yogyakarta pada Februari 2023 berada di angka 58,97 persen. Secara month-to-month terjadi kenaikan 0,76 persen sementara secara year-on-year kenaikannya mencapai 13,97 persen. Adapun Rata-Rata Lama Menginap (RLM) hotel berbintang di DI Yogyakarta berada di angka 1,50 hari.

Pada perkembangan lainnya, Pemerintah Kota Yogyakarta memprediksikan puncak kedatangan pemudik bakal terjadi pada 19-20 April mendatang. Sementara itu, puncak arus balik bakal terjadi dalam dua periode. Periode puncak arus balik pertama pada 24-25 April sementara periode kedua pada 30 April-1 Mei.

Di Jawa Tengah, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) memperkirakan puncak okupansi kamar hotel bakal terjadi pada H+1 Idulfitri. Kota Surakarta diperkirakan menjadi wilayah dengan kunjungan pemudik dan wisatawan terbesar. Mengingat banyaknya destinasi wisata anyar seperti Solo Safari dan Masjid Raya Sheikh Zayed yang menarik minat kunjungan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper