Pelajar Demak Belajar Ecoprint di Sentra Batik Malon

Sebanyak 124 orang siswa dan siswi kelas tiga SD dikenalkan dengan teknik ecoprint menggunakan aneka daun-daunan.
Pelajar kelas 3 SD asal Kabupaten Demak belajar teknik cetak ecoprint saat mengunjungi Sentra Batik Malon pada Rabu (24/1/2024)./Istimewa-Dinas Perindustrian Kota Semarang.
Pelajar kelas 3 SD asal Kabupaten Demak belajar teknik cetak ecoprint saat mengunjungi Sentra Batik Malon pada Rabu (24/1/2024)./Istimewa-Dinas Perindustrian Kota Semarang.

Bisnis.com, SEMARANG - Usai dibuka untuk umum pada Senin (24/1/2024) lalu, Sentra Batik Malon yang berlokasi di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mulai didatangi pengunjung.

Kunjungan pertama berasal dari kelompok pelajar asal Kabupaten Demak. Sebanyak 124 orang siswa dan siswi kelas 3 SD mengunjungi Sentra Batik Malon pada Rabu (24/1/2024).

Didampingi guru dan para perajin, pelajar tersebut dikenalkan dengan teknik ecoprint. "Anak-anak dikenalkan dengan ecoprint, yaitu teknik cetak menggunakan daun atau bagian tanaman untuk menghasilkan motif yang unik di kain," jelas Marheno Jayanto, perwakilan paguyuban Sentra Batik Malon sekaligus pemilik Zie Batik.

Teknik ecoprint sendiri merupakan salah satu teknik cetak sederhana yang dapat dengan mudah dipelajari oleh anak-anak usia SD. Selain mudah, teknik cetak tersebut juga lebih ramah lingkungan karena tidak membutuhkan banyak zat kimia.

Kain dengan motif tumbuhan hasil ecoprint juga sudah mulai banyak digunakan dalam berbagai produk fesyen dan kerajinan. Di Sentra Batik Malon, beberapa produk yang dipamerkan juga sudah menerapkan teknik cetak tersebut.

"Dengan kegiatan ini, anak-anak diharapkan dapat lebih mengenal teknik cetak yang ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi bentuk promosi batik pewarna alam yang dipamerkan di Sentra Batik Malon ini," jelas Marheno.

Sebelumnya, Sentra Batik Malon pertama kali dibuka untuk umum oleh Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Tri Supriyanto. Beberapa waktu sebelumnya, Wali Kota Semarang hingga Ketua DPR RI juga telah menengok fasilitas tersebut.

"Sentra Batik Malon diharapkan dapat menjadi destinasi wisata unggulan di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang," jelas Tri saat meresmikan fasilitas tersebut.

Lebih lanjut, selain sebagai pusat produksi, pemasaran, dan penjualan batik pewarna alam, Sentra Batik Malon juga diperuntukan sebagai pusat edukasi dan pelatihan batik yang terbuka untuk berbagai komunitas.

Hevearita Gunaryanti Rahayu, Wali Kota Semarang, menyampaikan bahwa pihaknyua bakal terus mempromosikan batik khas Kota Semarang yang diproduksi di Kampung Malon.

"Saya harap di sini akan dijadwalkan secara rutin pameran-pameran, kemudian mengundang sentra bisnis, UMKM yang ada, untuk kemudian dibantu pelatihan, promosi, pembinaan disertai dengan bantuan modal," jelasnya saat mendampingi Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang berkunjung ke Sentra Batik Malon belum lama ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper