Merapi Sempat Bergemuruh, Warga Dusun Ini Diminta Waspada

Oleh: Newswire 23 Mei 2018 | 12:21 WIB
Merapi Sempat Bergemuruh, Warga Dusun Ini Diminta Waspada
Sejumlah petani melihat kepulan asap letusan freatik Gunung Merapi di Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (11/5/2018)./ANTARA-Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, BOYOLALI - Kondisi Gunung Merapi terus menjadi pantauan dan perlu diperhatikan warga sekitar. Warga Dusun Stabelan Desa Tlogolele Selo Kabupaten Boyolali di kawasan rawan bencana (KRB) III diminta lebih waspada. Pasalnya, Gunung Merapi kembali mengeluarkan suara bergemuruh saat terjadi letusan freatik Rabu (23/5/2018), sekitar pukuk 03.31 WIB.

"Kami sudah meminta warga Dusun Stabelan lebih waspada, dan meningkatkan ronda malam yang bergilir oleh tim siaga desa (TSD)," kata Kepala Desa Tlogolele Widodo.

Widodo mengatakan warga Stabelan yang tinggalnya berjarak sekitar 3,5 kilometer dari puncak Merapi tersebut sempat mengungsi di tempat penampungan Sementara (TPS),pada Senin (21/5), tetapi mereka sudah kembali pulang ke rumah masing-masing.

Merapi terakhir terdengar suara bergemuruh sekitar tiga menit dari Desa Tlogolele, dan terjadi letusan freatik sekitar pukul 03.31 WIB. Warga Stabelan yang terdekat dari puncak sempat keluar rumah untuk melihat kondisinya.

Namun, warga Stabelan sudah tidak sepanik sebelumnya. Mereka tetap diminta lebih waspada jika sewaktu-waktu terjadi sudah siap dievakuasi.

Menurut Kepala Dusun Stabelan, Maryanto, saat waktunya sahur puasa terdengar suara gemuruh, dan terlihat asap membumbung tinggi ke arah Magelang.

Warga kemudian membuat api unggun di depan rumah masing-masing. Hal ini, menurut kepercayaan warga setempat agar terhindar dari hujan abu, dan bahaya lainnya.

"Stabelan akibat kejadian itu, hanya terkena abu tipis karena embusan angin saja. Warga tidak panik sehingga tidak ada pengungsian seperti sebelumnya. Kondisi puncak Merapi saat ini normal dan warga banyak yang beraktivitas seperti biasa," katanya.

Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat meminta jajarannya untuk segera berkoordinasi demi kemanusiaan yang terjadi di wilayah Boyolali.

Selain itu M Said Hidayat juga menekankan selalu waspada meningkatkan kesiapsiagaan menjadi poin penting, sekaligus selalu memantau arahan dan perkembangan dari pihak terkait atau Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Teknologi (BPPTKG).

"Jalin komunikasi yang baik, selalu siap siaga, hal ini sangat penting. Kami tidak boleh lengah, harus tetap waspada," kata M Said usai memimpin Rakor dengan jajarannya.

M Said berharap agar semua elemen dapat bekerja sama dengan solid. Kesadaran penanganan kebencanaan harus dibangun dengan persiapan penganggaran menyangkut logistik. Disepakai agar dibentuk sebuah grup komunikasi tanggap bencana yang mampu memberi informasi terkait bencana yang ada di Kabupaten Boyolali.

Sumber : Antara

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya