Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Padi di Jateng Diimbau Antisipasi Hama Wereng Sejak Dini

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta petani di Jateng untuk mengantisipasi serangan hama wereng sejak dini dengan menginformasikannya kepada penyuluh atau dinas.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 24 Agustus 2017  |  12:52 WIB
Petani Padi di Jateng Diimbau Antisipasi Hama Wereng Sejak Dini
Petani menyemprot padi. - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, BANYUMAS - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta petani di Jateng untuk mengantisipasi serangan hama wereng sejak dini dengan menginformasikannya kepada penyuluh atau dinas.

"Sebenarnya kelompok tani bisa langsung berhubungan dengan penyuluh atau dinas," katanya usai menghadiri Apel Besar Hari Pramuka Kwarda Jawa Tengah di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Kamis (24/8/2017)

Ganjar mengatakan hal itu kepada wartawan terkait maraknya serangan hama wereng terhadap tanaman padi di sejumlah wilayah, khususnya Jateng bagian selatan. Menurut dia, pemerintah bisa cepat melakukan intervensi jika petani menginformasikan serangan hama wereng tersebut.

"Sebenarnya yang dibutuhkan adalah mekanisme kecepatan mereka menyampaikan informasi itu," katanya. Dengan demikian, kata dia, penyuluh atau dinas diharapkan dapat memberikan respons dengan cepat.

"Kalau enggak bisa, lembaga riset, perguruan tinggi, atau intervensi pemerintah akan kami lakukan. Itu yang paling penting," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyumas Widarso mengatakan sekitar 4.000 hektare tanaman padi di kabupaten itu terserang hama wereng, 500 hektare di antaranya mengalami puso.

Menurut dia, luasan tanaman padi yang terserang hama wereng itu jauh lebih tinggi dari musim tanam sebelumnya. "Luasan tanaman padi yang terserang hama wereng pada musim tanam sebelumnya hanya sekitar 2.000 hektare sedangkan yang puso sekitar 150 hektare," katanya.

Ia menduga ada beberapa hal yang menyebabkan peningkatan serangan hama wereng, salah satunya perubahan pola tanam dari padi-padi-palawija menjadi padi-padi-padi akibat sering turun hujan dalam dua tahun terakhir.

Selain itu, kata dia, varietas tanaman padi yang ditanam cenderung varietas lama yang rentan terhadap hama wereng. "Di samping itu, keterbatasan jumlah pengamat hama dan organisme pengganggu tanaman sehingga penanganannya jadi terlambat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dinpertannak) Cilacap Gunawan mengakui jika serangan hama wereng di kabupaten itu cukup tinggi. Menurut dia, luasan tanaman padi yang terancam hama wereng sekitar 10.000 hektare namun bisa diamankan. "Namun yang terkena kalau ditotal sekitar 23 hektare," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ktp-el

Sumber : Antara

Editor : News Editor
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top