Grosir Batik Setono Pekalongan Diharapkan Terdongkrak Tol

Penjualan kain batik di Grosir Batik Setono Kota Pekalongan, Jawa Tengah, saat ini anjlok karena turunnya pengunjung ke pasar batik terbesar di daerah itu.
Newswire | 30 November 2018 09:46 WIB

Bisnis.com, PEKALONGAN – Penjualan kain batik di Grosir Batik Setono Kota Pekalongan, Jawa Tengah, saat ini anjlok karena turunnya pengunjung ke pasar batik terbesar di daerah itu.

Sejumlah pedagang batik di Pasar Grosir Batik Setono Kota Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa saat ini, rata-rata para pedagang batik hanya mampu menjual tiga potong sampai lima potong kain per hari dengan omzet sekitar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu atau turun dibanding sebelumnya yang mencapai mencapai lebih dari Rp1 juta per hari.

"Boleh dikatakan, saat ini para pedagang batik hanya bisa berusaha bertahan karena untuk membayar pelayan toko saja terkadang tidak cukup. Itu belum termasuk untuk biaya kebutuhan makan dan minum selama satu hari di pasar," kata pedagang batik "Elfa's Craft" Lutfhi Hanafi.

Ia mengatakan beberapa batik yang ditawarkan oleh pedagang antara lain pakaian batik anak-anak seharga Rp15.000 hingga Rp20.000 per potong, daster Rp30.000 hingga Rp40.000 /potong, dan kemeja ukuran dewasa Rp350.000 hingga Rp400.000 per potong.

"Adapun, saat ini kain batik yang terkadang masih dicari pembeli adalah daster dan pakaian anak-anak yang harganya masih terjangkau. Kami berharap aktivitas Pasar Grosir Batik Setono akan kembali ramai setelah dibukanya "exit tol" Batang-Pemalang di depan jalan raya pasar batik terbesar di Kota Pekalongan ini," katanya.

Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Sri Ruminingsih mengatakan dengan adanya "exit tol" di Kota Pekalongan, Pasar Grosir Setono sebagai bagian destinasi wisata belanja batik menjadi pasar nasional bahkan internasional.

Kehadiran Presiden Joko Widodo ke Pasar Grosir Batik Setono, kata dia, bisa menjadi perhatian masyarakat dari daerah lain untuk berkunjung ke pasar ini untuk membeli kain batik.

"Kami berharap Pasar Grosir Batik Setono bisa ramai lagi sehingga bisa kembali meningkatkan perekonomian warga di daerah. Pedagang batik dan masyarakat sangat antusias menyambut Pak Jokowi, semoga ini memberikan dampak positif bagi perekonomian di Kota Pekalongan," katanya.

Sumber : Antara

Tag : pekalongan
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top