Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tol Trans Jawa Bikin Omzet Rumah Makan di Batang Turun 40 Persen

Omzet restoran atau rumah makan di sepanjang jalur pantai utara Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini hanya mencapai Rp1,5 juta per hari, turun 33%-40% dibandingkan sebelum pengoperasian Tol Trans-Jawa yakni antara Rp2,25 juta hingga Rp2,5 juta per hari.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Januari 2019  |  14:45 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Batang Semarang saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat (7/12/2018). - ANTARA/Zabur Karuru
Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Batang Semarang saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat (7/12/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, BATANG – Omzet restoran atau rumah makan di sepanjang jalur pantai utara Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini hanya mencapai Rp1,5 juta per hari, turun 33%-40% dibandingkan sebelum pengoperasian Tol Trans-Jawa yakni antara Rp2,25 juta hingga Rp2,5 juta per hari.

Pemilik rumah makan Buyungdi Batang, Arif Munandar,  mengatakan bahwa dengan beroperasinya jalur Tol Trans Jawa, sebagian besar kendaraan kini memanfaatkan jalur bebas hambatan tersebut sehingga kondisi jalur pantura relatif sepi.

"Saat ini bisa dikatakan pengunjung berkendaraan yang ingin mampir ke rumah makan turun drastis karena sebagian besar mereka memilih melintas di jalur Tol Trans Jawa. Jika sebelumnya, omzet yang kami terima mampu mencapai Rp2,25 juta hingga Rp2,5 juta per hari kini hanya Rp1,5 juta," katanya, Jumat (11/1/2019), seperti dilaporkan Antara.

Menurut dia, saat ini konsumen yang datang ke rumah makan sebagian adalah pengendara sepeda motor dan sopir truk sedang mobil pribadi maupun bus memilih melintas jalur tol itu.

"Kondisi yang dihadapi pemilik rumah makan ini bisa dikatakan 'kembang kempis' (bertahan saja). Kami hanya berharap semoga bisa ramai lagi karena jika tidak ada perubahan signifikan maka lebih baik tutup usaha," katanya.

Kepala Badan Pengelolaaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Batang Bambang Supriyanto mengatakan turunya jumlah pengunjung di sejumlah rumah makan atau restoran jalur pantura Batang akan berimbas pada target penyerapan pajak restoran.

Pada tahun ini, kata dia, target retribusi pajak dari sektor restoran dan rumah makan sebesar Rp3 juta atau masih dengan target tahun sebelumnya.

"Namun, dengan dibukanya jalur Tol Trans-Jawa maka akan berimbas langsung pada penyerapan pajak dari sektor rumah makan atau restoran," katanya.

Ia mengatakan realisasi pendapatan pajak daerah (PAD) pada 2018 mencapai Rp74,198 miliar atau 104,16 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp71,233 miliar.

"Adapun pada tahun ini, target pajak daerah sebesar Rp74,517 miliar atau naik dibanding tahun sebelumnya Rp71,233 miliar. Kami berharap target PAD 2019 bisa terlampaui karena dibangunnya 'rest area' berkonsep 'transit oriented development' (TOD) yang berlokasi di tepi jalur Tol Batang-Semarang KM. 369," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol batang semarang tol trans jawa

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top