Arus Peti Kemas di TPKS Tumbuh 8,25 Persen Sepanjang Kuartal I/2019

Pertumbuhan terjadi didukung oleh pendalaman kolam di terminal tersebut, yang sekarang sudah mencapai 12 meter.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 12 Mei 2019  |  13:48 WIB
Arus Peti Kemas di TPKS Tumbuh 8,25 Persen Sepanjang Kuartal I/2019
Suasana bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas (TPKS), Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat(16/1/2015). - Bisnis/Juli Nugroho

Bisnis.com, SEMARANG — Total arus peti kemas di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang mengalami peningkatan sebesar 8,25 persen pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018.

General Manager Terminal Peti Kemas Semarang PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) Recky Julius Uruilal mengungkapkan peningkatan tersebut tidak lepas dari pendalaman kolam yang dilakukan. Saat ini, kedalaman kolam yang ada di terminal itu sudah mencapai 12 meter.

“Dengan adanya perubahan [kedalaman kolam], kita bisa ada penambahan throughput [total arus peti kemas] 8 persen,” paparnya, seperti dikutip Bisnis, Minggu (12/5/2019).

Total arus peti kemas di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) pada Januari—Maret 2019 mencapai 169.867 TEUs dengan 105.937 boks. Pada periode yang sama tahun lalu, arus peti kemas di TPKS sebesar 156.919 TEUs dengan 97.886 boks.

Saat ini, lanjut Recky, kapal-kapal dengan Gross Tonage (GT) besar masuk ke TPKS dengan adanya pendalaman kolam. Kapal-kapal yang masuk dapat mencapai 41.000 GT

Namun, peningkatan ukuran kapal yang dapat masuk ke TPKS membuat jumlah kapal yang datang pada kuartal I/2019 tercatat lebih sedikit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kondisi tersebut dapat terjadi lantaran shipping line lebih memilih menggunakan kapal dengan volume besar dibandingkan dengan kapal berkapasitas kecil guna membuat memangkas biaya logistik.

“Perlu dipahami shipping line itu, mereka kalau bisa muatannya jadi satu kapal lebih baik karena cost logistic transport lebih murah daripada dia harus mendatangkan kapal-kapal dengan GT yang lebih kecil tapi unitnya banyak. Itu akan menjadi masalah buat mereka,” terangnya.

Recky menambahkan perseroan memperdalam kolam di TPKS karena ke depannya, kapal-kapal yang akan masuk ke TPKS adalah kapal dengan ukuran minimal 12 meter.

Saat ini, TPKS melayani pelayaran domestik dan internasional atau ekspor dan impor. Tetapi, aktivitas ekspor dan impornya masih mendominasi dibandingkan dengan aktivitas domestik.

Adapun komoditas-komoditas ekspor Jawa Tengah (Jateng) yang paling tinggi adalah garmen, furnitur, dan kayu.

Sementara itu, komoditas-komoditas impor Jateng tertinggi melalui TPKS antara lain tekstil dan bahan tekstil. Selain itu, impor komoditas seperti makanan dan bibit-bibit tumbuhan juga ada yang melalui terminal ini.

Sebelumnya, Humas Pelindo III R Suryo Khasabu mengungkapkan perusahaan menargetkan pertumbuhan arus peti kemas hingga 10 persen di Pelabuhan Tanjung Emas sepanjang tahun ini. Pendalaman kolam di beberapa terminal di pelabuhan tersebut bakal menjadi salah satu faktor pendukung.

Dari sisi eksternal, pertumbuhan industri di Jateng juga akan menjadi pendorong pertumbuhan arus peti kemas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelindo iii, pelabuhan tanjung emas

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top