Salip Paiton, Tanjung Jati B Siap Jadi PLTU Terbesar di Indonesia

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B menargetkan pengoperasian unit 5 dan 6 berkapasitas 2x2.000 Mega Watt (MW) pada 2021.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  20:02 WIB
Salip Paiton, Tanjung Jati B Siap Jadi PLTU Terbesar di Indonesia
Ilustrasi - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JEPARA—Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B menargetkan pengoperasian unit 5 dan 6 berkapasitas 2x2.000 Mega Watt (MW) pada 2021.

Dengan demikian, pembangkit yang berlokasi di Jepara, Jawa Tengah, itu akan menjadi PLTU dengan daya terbesar di Indonesia.

General Manager PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Komang Paramita mengungkapkan, PLTU Tanjung Jati B yang terletak di Jepara, Jawa Tengah, mengoperasikan Unit 1 dan 2 sebesar 2x661 MW pada 2006.

Selanjutnya, pada 2011 PLN menjalankan Unit 3 dan 4 dengan daya serupa, sehingga total daya mencapai 2.664 MW. Saat ini, perusahaan sedang mengembangkan Unit 5 dan 6 berkapasitas 2x1.000 MW.

“Bila seluruhnya rampung, maka PLTU Tanjung Jati B mengoperasikan pembangkit berdaya 4.664 MW. Ini menjadi PLTU terbesar di Indonesia,” ujarnya di Jepara, Rabu (31/7/2019).

Saat ini, PLN mengoperasikan PLTU Paiton dengan daya terbesar di Asia Tenggara, yakni 4.600 MW. Pembangkit berusia 25 tahun ini terletak di Probolinggo, Jawa Timur.

Komang mengatakan, progress pengembangan PLTU Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 sudah mencapai 75%. Diharapkan operasi komersial (COD) dilakukan pada 2021—2022.

Pengembangan proyek PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6, atau kerap disebut PLTU Jawa 4, dilakukan oleh PT Bhumi Jati Power (BJP) sebagai Independent Power Producer (IPP). Perjanjian pembelian (Power Purchase Agreement/ PPA) sudah dilakukan pada Desember 2015.

 BJP merupakan perusahaan patungan antara Sumitomo Corporation Group dengan kepemilikan 50%, The Kansai Electric Power Co. Inc. Group 25%, dan United Tractors (UT) Group 25%. Nilai investasi pengembangan PLTU Jawa 4 diperkirakan mencapai US$4,2 miliar atau sekitar Rp58,8 triliun (kurs Rp14.000 per dolar AS)

 Corporate Secretary PT United Tractors Tbk. (UNTR) Sara K. Loebis menuturkan, kemajuan pengembangan PLTU Jawa 4 sudah sesuai jadwal yang dibuat oleh perusahaan. Diharapkan operasionalnya dapat berjalan dalam 2 tahun ke depan.

“Pengembangan PLTU Jawa 4 sesuai jadwal, rencana operasi komersial pada 2021,” tuturnya.
 
Bagi UNTR, proyek PLTU Jawa 4 juga berperan strategis. Diperkirakan kebutuhan batu bara untuk bahan bakar pembangkit itu mencapai 7 juta ton per tahun.

Sekitar 30% kebutuhan batu bara PLTU Jawa 4 akan dipasok oleh UNTR. Entitas Group Astra itu memang memiliki anak usaha di sektor pertambangan batu bara, yakni PT Tuah Turangga Agung (TTA).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembangkit listrik, pltu

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top