DIY kian Terik, Suhu Siang Hari Capai 33 Derajat Celsius

Hasil pantauan yang dilakukan BMKG Staklim Mlati Yogyakarta rata-rata suhu udara maksimum di siang hari beberapa hari ini berkisar antara 32-33 derajat celsius. Dari data yang dimiliki oleh BMKG Staklim Mlati Yogyakarta rata-rata suhu maksimum tertinggi untuk wilayah DIY paling banyak terjadi antara September-Oktober.
Hafit Yudi Suprobo
Hafit Yudi Suprobo - Bisnis.com 12 September 2019  |  20:03 WIB
DIY kian Terik, Suhu Siang Hari Capai 33 Derajat Celsius
Warga menutup sinar matahari yang menyinari muka saat matahari bersinar terik di musim kemarau. - Harian Jogja/Nina Atmasari

Bisnis.com, SLEMAN - Hasil pantauan yang dilakukan BMKG Staklim Mlati Yogyakarta rata-rata suhu udara maksimum di siang hari beberapa hari ini berkisar antara 32-33 derajat celsius. Dari data yang dimiliki oleh BMKG Staklim Mlati Yogyakarta rata-rata suhu maksimum tertinggi untuk wilayah DIY paling banyak terjadi antara September-Oktober.

Kepala kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta Etik Setyaningrum mengatakan di bulan Oktober paling banyak terjadi suhu maksimum tertinggi di DIY.

"Pada saat itu posisi Matahari memang berada di kisaran atas pulau Jawa. Oleh sebab itulah potensi suhu maksimum bisa terjadi di kisaran bulan itu," kata Etik, Kamis (12/9/2019).

Untuk September, potensi suhu maksimum di siang hari juga berpotensi terjadi menginggat posisi Matahari akan berada di equator (di atas wilayah Indonesia).

Sebagai gambaran pada 2018, suhu maksimum di wilayah DIY terjadi pada oktober dengan suhu mencapai 34,8 derajat celsius.

"Kondisi ini lazim terjadi di bulan September - Oktober mengingat posisi semu Matahari berada di kisaran wilayah kita dan pada bulan tersebut masih masuk periode musim kemarau," jelasnya.

Diprediksi awal musim hujan 2019/2020 DIY mundur 10 hingga 20 hari, diperkirakan pada November baru terjadi hujan di wilayah DIY. "Dan diprakirakan pancaroba atau peralihan musim berlangsung pada bulan Oktober 2019,' ujarnya.

Menghadapi kondisi iklim saat ini masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas keluar kalau tidak terlalu penting. "Banyak minum supaya tidak dehidrasi, menghemat air karena masih periode kemarau, hindari membakar sampah sembarang tempat [menghindari kebakaran]," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Cuaca

Sumber : harianjogja.com

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top