Bikin Robot Pemilah Telur, Siswa Yogyakarta Raih Medali Emas di Malaysia

Dua siswa MAN 1 Yogyakarta berhasil meraih medali emas dalam kompetisi robot internaisonal di Malaysia.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 16 September 2019  |  20:12 WIB
Bikin Robot Pemilah Telur, Siswa Yogyakarta Raih Medali Emas di Malaysia
Ilustrasi siswa nerakit robot. - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, SEMARANG—Dua siswa MAN 1 Yogyakarta berhasil meraih medali emas dalam kompetisi robot internaisonal di Malaysia.

Kepala MAN 1 Yogyakarta Wiranto Prasetyahadi menyampaikan, prestasi internasional kembali diukir siswa madrasah. Abizard Rahadiyan Wahyudi dan Ammarsatya Esza, siswa MAN 1 Yogyakarta ini meraih medali emas dalam International Robotic  Competition yang digelar International Islamic University Malaysia (IIUM).

“Alhamdulillah Abizard dan Ammarsatya berhasil mengharumkan  MAN 1 Yogyakarta, Kanwil Kemenag DIY, dan madrasah Indonesia pada umum. Semoga bisa menjadi jalan kesuksesan untuk siswa yang telah berprestasi tersebut,” ungkapnya dalam siaran resmi Kemenag, Senin (16/9/2019).

Menurutnya, prestasi ini kembali menjadi bukti bahwa siswa madrasah bisa berprestasi di ajang internasional, bersaing dengan sekolah umum, bahkan sekolah dari negara lain.

"Siswa madrasah harus tampil penuh percaya diri karena sudah banyak yang dapat membuktikannya, berprestasi akademik dan non akademik,” paparnya.

Abizard dan Ammarsatya meraih emas pada cabang kreatif. Ada delapan kategori yang dilombakan pada International Robotic  Competition di Malaysia, yakni kreatif, soccer robot, autonomous sumo, mini combat, trashure hunt, time rush, rove, dan drone.

Menurut Abizard, robot karyanya dengan nama Ammarsatya adalah robot otomatis yang mensortir telor secara otomatis berbasis cahaya. Robot ini akan memudahkan dalam memilah dan membedakan antara telur segar dan telur busuk.

Siswa kelahiran, Sleman, 3 Mei 2003 itu menuturkan, ide kreatif didapatkan ketika ia berkunjung di salah satu peternakan ayam petelur.

Saat itu, dia melihat cara memilah telur ayam yang berjumlah banyak, tetapi hanya menggunakan cara yang sederhana, yaitu air atau dengan diterawang satu persatu dengan cahaya. Tentu hal ini tidaklah efektif dan efesien.

“Belajar dari kesulitan tersebut, kami lantas mempunyai gagasan dan ide bagaimana cara membantu para peternak agar mempermudah memilah dan membedakan telur yang masih segar dan telur yang sudah busuk,” jelasnya.

Sebelumnya Abizard juga telah meraih banyak prestasi dalam bidang robotik. Dia pernah meraih Juara 1 Aurora Robotic Competition di Universitas Negeri Purwokerto Tahun 2016, Juara 3 Madrasah Robotic Competition Kemenag Pusat Tahun 2016.

Selanjutnyam Juara 1 Aurora Robotic Competition di Universitas Negeri Purwokerto Tahun 2017, Juara Harapan 1 E-Bote Competition, Taman Pintar MIPA UGM Tahun 2017, Juara 1 Madrasah Robotic Competition Kemenag Pusat Tahun 2018, dan Juara 3 KRPY Taman Pintar UGM Tahun 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
yogyakarta, robot

Sumber : kemenag.go.id

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top