Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mahasiswa Paksa Bertemu Gubernur Ganjar Pranowo

Mahasiswa dari berbagai universitas memadati depan kantor Gubernur Jawa Tengah, mereka menolak RKUHP. Mereka memaksa masuk untuk menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 24 September 2019  |  12:38 WIB
Demo mahasiswa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (24/9/2019). JIBI/Bisnis - Alif Nazzala Rizqi
Demo mahasiswa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (24/9/2019). JIBI/Bisnis - Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, SEMARANG - Mahasiswa dari berbagai universitas memadati depan kantor Gubernur Jawa Tengah, mereka menolak RKUHP. Mereka memaksa masuk untuk menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

Dari pantauan Bisnis, gerbang pintu masuk kantor Gubernur Jawa Tengah terus didorong oleh sejumlah mahasiswa. Kendati demikian, mereka tidak bisa masuk lantaran penjagaan ketat dari pihak kepolisian. 

Selain itu, mahasiswa unjuk rasa di Jalan Pahlawan Semarang sempat memprotes bendera yang berkibar dikerumunan massa. Bendera milik Pemuda Pancasila itu diminta turun oleh orator.

"Hanya bendera merah putih yang berkibar, selain itu turunkan," teriak orator di atas mobil sambil menunjuk bendera Pemuda Pancasila di sisi Selatan, Selasa (24/9/2019).

Para mahasiswa kemudian berteriak agar tidak terprovokasi. Bendera itu dibawa oleh sejumlah orang berseragam loreng oranye. Mereka jalan ke arah orator sembari menurunkan bendera yang mereka bawa.

"Hati-hati, hati-hati provokasi, turunkan," teriak seorang mahasiswa.

Saat ini, massa masih berkerumun dan sudah mulai ada arahan agar semakin merapat ke gerbang gedung DPRD Jateng. Massa perempuan juga sudah diminta ke barisan belakang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gubernur jawa tengah RKUHP
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top