Bank Jateng Beri Dividen Rp49 Miliar ke Pemkot Solo

Dividen senilai Rp49 miliar merupakan nilai total selama beberapa tahun terakhir.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  12:41 WIB
Bank Jateng Beri Dividen Rp49 Miliar ke Pemkot Solo
Pertunjukan lighting show atau laser spektakuler di Gedung Bank Jateng. - Istimewa

Bisnis.com, SOLO -- Bank Jateng telah memberikan dividen senilai total Rp49 miliar kepada Pemerintah Kota Solo untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.  

“Dividen yang kami berikan Rp49 miliar. Sudah masuk rekening Pemerintah Kota (Pemkot) untuk membangun Solo. Dividen kami berikan beberapa tahun terakhir. Nilai itu sudah di atas target. Mungkin kami BUMD dengan dividen paling tinggi,” tutur Pimpinan Bank Jateng Cabang Koordinator Solo Aris Setiyawan  Aris dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (7/10/2019).

Dia menyebutkan dividen yang diberikan Bank Jateng ke Pemkot Solo mencapai Rp8,67 miliar untuk tahun 2019. Jumlah tersebut naik signifikan dari dividen tahun 2018, yang sebesar Rp7,87 miliar. 

Nilai dividen yang diberikan rata-rata sebesar 20-26 persen dari total modal Bank Jateng.
 
“Total modal yang diberikan Pemkot kepada kami Rp38,544 miliar, yang bersumber dari kas Pemkot Rp18,649 miliar dan sisanya modal Pemkot yang bersumber dari laba Bank Jateng yang dikembalikan kembali sebagai modal,” terang Aris.

Bank Jateng menyatakan menargetkan untuk terus meningkatkan persentase dividen kepada Pemkot Solo, terutama apabila ada dana penyertaan modal.

Saat ini, Pemkot Solo tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal. Rencananya, Bank Jateng akan kembali mendapat suntikan dana senilai Rp7,6 miliar dari APBD Solo tahun 2020.
 
“Target dividen kami tahun depan 20-26 persen dari modal yang disetor. Ini tentu investasi luar biasa. Apabila di deposito, hanya tujuh persen,” ujarnya.

Aris menambahkan pihaknya juga rutin menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat. Tahun ini, nilainya mencapai Rp1,89 miliar.
 
Anggaran tersebut disalurkan untuk kegiatan kemasyarakatan seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan Masjid Taman Sriwedari, pengadaan kaus atau doorprize

Adapun pembahasan publik tentang Raperda Penyertaan Modal untuk Bank Jateng digelar di DPRD Kota Solo pada Jumat (4/10). Rapat dengar pendapat ini turut diikuti akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan tokoh masyarakat. 
 
Ketua Pansus Raperda Penyertaan Modal Bank Jateng DPRD Solo Teguh Prakosa menyampaikan rapat dengar pendapat dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait substansi Raperda terkait dan peningkatan kinerja Bank Jateng. Dia beranggapan dividen yang diserahkan Bank Jateng kepada Pemkot Solo sudah cukup baik dan menjadi salah satu alasan penambahan modal untuk bank tersebut.

“Kami akan berikan lagi modal tahun depan Rp7,6 miliar,” sebut Teguh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank jateng, solo

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top