Semarang Tawarkan 4 Proyek KPBU Senilai Rp4,7 Triliun

Pemerintah Kota Semarang menawarkan empat proyek strategis senilai Rp4,7 triliun kepada para investor, sehingga nantinya dapat dilakukan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  18:57 WIB
Semarang Tawarkan 4 Proyek KPBU Senilai Rp4,7 Triliun
Ilustrasi-Warga bersiap mencoba kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, SEMARANG—Pemerintah Kota Semarang menawarkan empat proyek strategis senilai Rp4,7 triliun kepada para investor, sehingga nantinya dapat dilakukan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan, pemerintah memiliki 4 proyek strategis yang dapat dijalankan dengan skema KPBU.

Keempat proyek itu adalah Light Rail Transit (LRT), Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Jatibarang, Semarang Expo Center, dan Simpang 5 Underground.

“Sebetulnya kami sangat terbuka dengan berbagai jenis investasi apapun. Namun, memang ada beberapa proyek yang menjadi prioritas kami, bahkan sifatnya prioritas nasional [Proyek Strategis Nasional/ PSN],” ujarnya dalam acara Semarang Business Forum 2019, Kamis (17/10/2019).

Ajang Semarang Business Forum atau SemBiz bertujuan mempertemukan antara pelaku usaha, calon investor, dan sejumlah perangkat pemerintah daerah, untuk mengetahui potensi investasi di Semarang. Ada sekitar 400 perusahaan yang hadir, baik dari dalam maupun luar negeri.

Hendi, sapaan akrabnya, menjelaskan jalur LRT akan menghubungkan Bandara Ahmad Yani Semarang dengan pusat kota di kawasan Tugu Muda. Panjang jalur mencapai 5,9 km, dengan kisaran investasi Rp200 miliar per km. Artinya, proyek tersebut menelan dana Rp1,2 triliun.

Nantinya, pelaku usaha bisa mendapatkan sejumlah kompensasi dari Pemkot Semarang, seperti subsidi tiket dan pemanfaatan stasiun pemberhentian sebagai area niaga.

Untuk proyek PLTSa, diperkirakan membutuhkan dana Rp1,5 triliun dengan kapasitas daya listrik 15 MW—20 MW. Bahan bakar incinerator ialah sampah Kota Semarang yang mencapai 1.000 ton—1.200 ton per hari.

Selanjutnya, sambung Hendi, sebagai kota jasa dan pariwisata, Pemkot akan mengembangkan Semarang Expo Center berkapasitas hingga 10.000 orang. Properti tersebut dapat menampung acara besar seperti pameran dan konser musik.

Total investasi yang dibutuhkan berkisar Rp300 miliar. Untuk proyek ini, Pemkot Semarang menawarkan pemanfaatan aset lahan seluas 1,5 hektare (ha) di bagian timur. Namun, tidak menutup kemungkinan investor akan mencari lahannya sendiri.

“Ada lahan yang kami tawarkan untuk dibuat gedung ekspor, tetapi bisa juga lahan dari investor,” imbuhnya.

Untuk Simpang 5 Underground, diperkirakan kebutuhan investasi mencapai Rp1,4 triliun. Proyek itu mencakup pengembangan jalan, mal, pertokoan, dan area parkir, dengan konsep 4 lantai di bawah tanah.

Tujuan utama proyek tersebut ialah mengatasi kemacetan, karena jalur Jalan Pahlawan—Gajah Mada dan Jalan Ahmad Yani—Pandanaran dapat dilewati langsung, tidak lagi memutar. Di samping itu, investor dan UKM dapat mereguk manfaat dari adanya sejumlah properti.

Hendi menegaskan Kota Semarang sangat terbuka terhadap para investor untuk menanamkan modalnya, dan mengembangkan bisnis bersama pemerintah. Hal ini didukung dengan berbagai infrastruktur seperti Tol Trans Jawa, Pelabuhan Tanjung Emas, dan bandara.

“Kami juga menegaskan tidak ada lagi biaya siluman atau pungli dalam berbagai bentuk saat proses perizinan. Kami sangat welcome terhadap investasi, dan berharap dapat turut menyejahterakan masyarakat,” paparnya.

 4 Proyek Strategis Kota Semarang

Proyek

Perkiraan Investasi Rp (triliun)

Light Rail Transit (LRT)

1,2

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)

1,5—1,8

Semarang Expo Center

0,3

Simpang 5 Underground

1,4

TOTAL

4,4—4,7

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
semarang

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top