Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Potradnas Diharapkan Makin Membudayakan Olahraga Tradisional

Kemenpora berharap Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Potradnas) 2019 di kompleks Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul makin membudayakan olahraga tradisional di kalangan masyarakat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Oktober 2019  |  14:25 WIB
Potradnas Diharapkan Makin Membudayakan Olahraga Tradisional
Ilustrasi - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Bagikan

Bisnis.com, BANTUL--Kementerian Pemuda dan Olahraga berharap Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Potradnas) 2019 yang digelar di kompleks Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta makin membudayakan olahraga tradisional di kalangan masyarakat.

"Tujuan kita bukan kompetisi, namun mengupayakan semakin meluasnya olahraga tradisional yang bisa dilakukan dan dinikmati masyarakat," kata Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Raden Isnanta di sela membuka Potradnas 2019 di Bantul, Sabtu.

Potradnas 2019 yang diikuti kontingen dari 24 provinsi dan beberapa kabupaten/kota di Indonesia tersebut mempertandingkan lima cabang olahraga, yaitu hadang atau gobag sodor, dagongan, egrang, sumpitan, dan terompah panjang.

Menurut dia, olahraga tradisional yang makin banyak dilakukan masyarakat berarti akan mendongkrak derajat kebugaran jasmani, karena sering melakukan gerak. Namun, ajakan itu tidak hanya olahraga tradisional, tapi olahraga yang lain.

"Dan ini dilombakan karena untuk memotivasi. Biasanya kalau dilombakan itu ada semangat untuk latihan, karena mau mengikuti lomba. Jadi pertandingan atau perlombaan itu supaya ada semangat, yang sudah bisa agar lebih lincah lagi," katanya.

Apalagi, kata dia, olahraga tradisional gobag sodor atau hadang tidak mungkin dilakukan setiap hari, sehingga jika ada kompetisi tersebut otomatis latihan terus diintensifkan."Makanya supaya rutin dilakukan itu dipancing dengan adanya pertandingan," katanya.

Isnanta berharap ke depan agar semakin meriah di daerah-daerah juga dilakukan pekan-pekan olahraga tradisional, kemudian atlet terbaik dapat dikirim untuk ikut pekan olahraga tingkat nasionalnya.

"Jadi ada penjenjangan, mulai kompetisi lomba di daerah, kemudian masuk nasional, bahkan di nasional yang terbaik akan kita kirim ke internasional, kebetulan pada 2020 even internasional tuan rumahnya Portugal," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis sebelumnya mengatakan Kabupaten Bantul sebagai salah satu kabupaten di DIY yang menopang keistimewaan akan turut melestarikan permainan tradisional sebagai kekayaan budaya.

"Komitmen Pemda Bantul terhadap olahraga tradisional dengan mengadakan lomba olahraga tradisional, mulai jenjang SMP, SMA dan umum yang diselenggarakan tiap tahun dengan lima cabang olahraga," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Permainan Tradisional pekan olahraga

Sumber : Antara

Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top