Tips Ekspor Bagi Pemula dan UMKM

Pelaku eksportir dengan merek Kopi Giras yang juga mitra Lembaga Pembiayan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank (IEB) membagikan tips dan trik kepada pengusaha pemula untuk menyasar pasar ekspor.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 12 November 2019  |  01:15 WIB
Tips Ekspor Bagi Pemula dan UMKM
Kopi - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG - Pelaku eksportir dengan merek Kopi Giras yang juga mitra Lembaga Pembiayan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank (IEB) membagikan tips dan trik kepada pengusaha pemula untuk menyasar pasar ekspor.

Pemilik Kopi Giras Tarmudi menceritakan bahwa perusahaannya merupakan salah satu UMKM yang berhasil melakukan penjualan ke luar negeri hingga 30 ton—40 ton kopi olahan per bulan.

Awalnya pada 2018 dirinya mengikuti pelatihan ekspor di LPEI, dan melakukan pengiriman perdana ke Jepang. Saat ini, produknya tersebar di sekitar 10 negara berbeda.

Menurutnya, kunci sukses menjadi eksportir ialah memegang Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) awal. PEB inilah yang menjadi batu loncatan sekaligus rekam jejak untuk masuk ke pasar-pasar negara selanjutnya.  

Untuk mendapatkan PEB awal, eksportir pemula dapat memulai dengan mengirimkan produknya kepada kerabat di luar negeri. Alamat pengiriman diusahakan ke kantor tempat kerabat bekerja, bukan tempat tinggalnya pribadi.

Dengan demikian, PEB yang tertera seolah merupakan kerja sama bisnis antara dua perusahaan, bukan antara dua orang saja.

“Kami juga mempelajari karakter pasar dan kompetitor yang sudah ada di negara tujuan. Bila produknya serupa, maka kami bisa tawarkan di harga yang lebih murah,” ungkapnya, Senin (11/11/2019).

Selain itu, penetrasi ekspor dilakukan untuk produk bernilai tambah atau kopi yang sudah dipanggang, karena margin keuntungan lebih tinggi. Sebagai perbandingan, produk roasting bisa dijual Rp75.000 per kg, sedangkan dalam bentuk biji hanya Rp25.000 per kg.

Kopi Giras juga mendaftarkan produk ke marketplace global seperti Alibaba. Tujuannya ialah mencari data potensial pembeli, berupa kontak personal dan alamat email. Setelah itu, Tarmudi dan timnya akan menghubungi langsung ke calon pembeli tersebut.

“Sebetulnya gabung ke Alibaba lebih untuk mendapatkan data pembeli potensial. Kami akan kontak langsung. Jual kecil-kecil tidak apa-apa, karena jumlahnya kalau dikumulasi menjadi besar,” imbuhnya.

Tarmudi membagikan pengalamannya tersebut dalam acara Indonesia Eximbank (IEB) Goes to Campus di Universitas Diponegoro, Semarang, pada Senin (11/11/2019).

Acara bertajuk Share & Aware About Export yang diselenggarakan IEB atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) ini bertujuan agar para audiens yang terdiri dari mahasiswa dan pelaku usaha, mendapatkan informasi mengenai kegiatan ekspor.

Sinthya Roesly, Direktur Eksekutif LPEI, menyampaikan kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan mengenai peran dan fungsi LPEI dalam mendukung ekspor nasional. Faktanya, aktivitas ekspor merupakan sesuatu yang mudah untuk dilakukan oleh siapa saja.

“Ekspor merupakan sesuatu yang mudah dan dapat dilakukan siapa saja. Asal punya keinginan kuat, semangat, dan kreaitivitas dalam menciptakan produk bernilai tambah,” tuturnya.

Menurut Sinthya, sangat penting membangun perhatian terhadap sektor ekspor sejak dini. Presiden Joko Widodo berkali-kali mengingatkan investasi dan ekspor menjadi pilar yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor, kopi

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top