Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Genjot Ekspor, Jateng Operasikan FTA Center Maret 2020

Kementerian Perdagangan akan mengoperasikan pusat informasi perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) Center di Jawa Tengah pada Maret 2020, sehingga dapat semakin memacu ekspor.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 27 November 2019  |  20:48 WIB
Terminal Peti Kemas Semarang - Pelindo III
Terminal Peti Kemas Semarang - Pelindo III

Bisnis.com, SEMARANG—Kementerian Perdagangan akan mengoperasikan pusat informasi perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) Center di Jawa Tengah pada Maret 2020, sehingga dapat semakin memacu ekspor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah Arif Sambodo menyebutkan, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan akan mengoperasikan FTA Center pada 2020.

“Upaya ini merupakan salah satu cara meningkatkan ekspor Jateng, khususnya di sektor non migas. FTA Center menjadi sumber informasi, pelatihan, dan hub untuk berhubungan dengan pemerintah pusat terkait kendala-kendala ekspor,” tuturnya, Rabu (27/11/2019).

Berdasarkan data Kemendag, FTA Center memiliki tiga tujuan utama, yaitu meningkatkan kemudahan dan fasilitasi perdagangan ke luar negeri, meningkatkan pemanfaatan skema kerja sama perdagangan internasional, serta mendorong para pengusaha untuk ekspor dan mencetak para eksportir baru.

Sebelumnya, FTA Center yang beroperasi sejak Mei 2018 hanya berlokasi di 5 kota, yakni di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Menurut Arif, FTA Center nantinya berlokasi di Semarang, tepatnya di Kantor Disperindag Jateng. FTA Center akan memfasilitasi seluruh kebutuhan ekspor, mulai dari informasi, pelatihan, pendampingan, perizinan, dan sebagainya.

Seluruh pelayanan tersebut tidak dipungut biaya. Dengan adanya pendampingan secara intensif, diharapkan kinerja ekspor Jateng semakin meningkat ke depannya.

Sepanjang Januari—September 2019, ekspor non migas Jateng meningkat 2,01 persen year on year (yoy) menjadi US$6.172,13 juta dari sebelumnya US$6.050,76 juta.

Pada 2019, panduan ekspor non migas berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)  mencapai US$6.303 juta. Menurut Arif, angka tersebut dapat terlewati, karena per September 2019 sudah mencapai 97,92 persen dari target.

Bahkan, nilai ekspor non migas pada 2019 diperkirakan tumbuh melewati 2018 sebesar US$8.091,62 juta.

“Januari—September 2019, pencapaian ekspor sudah 97,92 persen dari target dan mencakup 76,28 persen dari realisasi 2018. Masih ada 3 bulan lagi, sehingga kami optimistis kinerja ekspor tahun ini lebih baik dari target RKPD, bahkan pencapaian 2018,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top